Berita

Puing reruntuhan di Israel akibat serangan Iran (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Dunia

Iran Tolak Proposal Perdamaian AS, Tetap Lanjutkan Perang

KAMIS, 26 MARET 2026 | 07:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran dikabarkan telah menolak 15 poin proposal yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang karena dinilai terlalu memaksakan dan tidak masuk akal.

Seorang sumber diplomatik tingkat tinggi yang dikutip media Al-Jazeera menyebutkan bahwa Iran menganggap rencana tersebut tidak realistis, bahkan terlihat menyesatkan sejak awal. Menurutnya, isi proposal itu "tidak baik bahkan hanya di atas kertas”.

Pernyataan ini muncul di tengah klaim Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa negosiasi sedang berlangsung antara Washington dan Teheran. Namun, Iran membantah adanya pembicaraan langsung. Meskipun begitu, kedua pihak tetap saling mengirim pesan melalui perantara dari beberapa negara. Sebelumnya, Pakistan dilaporkan telah menyampaikan tuntutan gencatan senjata dari Amerika Serikat kepada Iran. 


Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa tidak ada negosiasi resmi dengan AS, meskipun ada komunikasi tidak langsung melalui mediator. Ia juga menekankan bahwa Iran tidak ingin melanjutkan perang dan menginginkan konflik ini berakhir secara permanen. Namun, Iran menuntut adanya kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel.

Upaya diplomasi terus dilakukan oleh beberapa negara. Pakistan dan Mesir mendorong agar pertemuan langsung antara Iran dan AS dapat segera dilakukan. Pakistan dinilai memiliki posisi unik sebagai mediator karena memiliki hubungan yang cukup baik dengan Iran, sekaligus menjalin kerja sama pertahanan dengan Arab Saudi dan kedekatan dengan negara-negara Teluk.

Sementara itu, Mesir menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah perundingan selama hal tersebut bertujuan meredakan konflik. Turki juga ikut berperan dengan menjadi perantara komunikasi antara kedua pihak.

Di sisi lain, Iran tetap bersikukuh dengan syaratnya sendiri untuk mengakhiri perang. Menurut seorang pejabat yang dikutip media Iran, Iran hanya akan menghentikan perang jika syarat-syaratnya dipenuhi. Syarat tersebut mencakup penghentian pembunuhan pejabat Iran, jaminan tidak ada serangan lanjutan, pembayaran ganti rugi, penghentian konflik secara total, serta pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Proposal dari AS sendiri dilaporkan mencakup beberapa hal penting, seperti pelonggaran sanksi, pembatasan program nuklir Iran, pembatasan kemampuan rudal, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi distribusi energi dunia.

Meski ada upaya diplomasi, situasi di lapangan masih memanas. Serangan udara Israel ke Teheran terus berlangsung, sementara Amerika Serikat menambah kekuatan militernya di kawasan tersebut. Iran juga melancarkan serangan balasan ke Israel dan beberapa negara Teluk, termasuk serangan yang menyebabkan kebakaran besar di Bandara Internasional Kuwait.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya