Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus usai disiram air keras oleh orang tak dikenal, Kamis malam, 12 Maret 2026. (Foto: CCTV di Lokasi Kejadian)

Politik

Dugaan Perintah Atasan di Balik Teror Aktivis Harus Diungkap

KAMIS, 19 MARET 2026 | 08:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penangkapan empat prajurit TNI oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dalam kasus dugaan teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menuai perhatian serius dari berbagai pihak.

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menegaskan pentingnya pengusutan tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap aktor intelektual di balik aksi kekerasan tersebut.

“Bongkar dan temukan aktor intelektualnya. Prajurit biasanya taat pada perintah. Sedih sekali jika ini benar terjadi,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Kamis, 19 Maret 2026.


Ia mengaku prihatin jika dugaan keterlibatan aparat dalam aksi teror tersebut terbukti benar. Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm serius bagi bangsa.

“Mau ke mana bangsa ini jika intelijen yang seharusnya melindungi rakyat justru mencelakai rakyatnya,” tegasnya.

Meski demikian, Mardani tetap mengapresiasi langkah aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun TNI, yang berkomitmen mengusut kasus ini secara transparan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya di Komisi III DPR yang siap membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengawal proses penanganan kasus tersebut.

Mardani menekankan, kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan. Jika tidak dituntaskan, menurutnya, hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi negara.

“Jika ini tidak dituntaskan maka kita membiarkan kanker menggerogoti NKRI ini,” tutup Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya