Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)

Politik

Pejabat Dekat Rakyat Tak Perlu Takut Dicap Pencitraan

RABU, 18 MARET 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pejabat publik dituntut untuk tetap terlihat dekat dengan rakyat, meski langkah tersebut kerap berisiko menuai tudingan sebagai pencitraan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio memandang, tidak ada salahnya pejabat publik menunjukkan kedekatan dengan rakyat sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial.

"Tidak ada salahnya seperti itu, kalau memang bagus dan bermanfaat buat rakyat ya dituduh melakukan pencitraan juga tidak apa-apa," kata Hensa, sapaan akrabnya, Rabu, 18 Maret 2026.


Dia mencontohkan salah satunya momen ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang membagikan Bantuan Hari Raya ke ojol di Stasiun Pasar Senin saat hendak melepas mudik gratis belum lama ini.

Momen seperti ini justru lebih ditunggu masyarakat ketimbang menunjukkan keahilan dan kemapuan namun berjarak dengan rakyat.

"Pejabat atau menteri lain bila ingin mencontoh juga tidak apa-apa, daripada hanya sekedar ngomong dan debat ke rakyat kan enggak level, mending dekat dengan rakyat seperti Teddy ini," kata Hensa.

Saat ini, menurutnya, pemerintahan Prabowo sedang mengalami darurat komunikasi. Ia melihat, para pejabat pemerintahan saat ini mayoritas tidak merakyat dan cenderung elitis kepada masyarakat.

"Bahkan satu waktu saya melihat ada satu pejabat yang ketika ditanya oleh rakyat malah diminta belajar, ini bukan suatu jawaban yang diinginkan sebelumnya," kata Hensa.

Menurutnya, saat ini masyarakat lebih butuh respon-respon yang cenderung dekat dan hangat dari pejabat publik. Oleh karena itu, ia menyarankan sebaiknya mayoritas pejabat publik lebih berpihak kepada masyarakat seperti momen yang bagi-bagi ala Seskab Teddy. 

"Makin jarang sih pejabat yang tertangkap bagi rejeki spontan, kalaupun ada biasanya setingan, walaupun setingan juga nggak apa, asal berdampak," tegas Hensa.

Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu pun meminta agar pejabat publik juga berhati-hati dalam merespons pendapat-pendapat publik.

"Masyarakat itu saat ini sensitif dengan respon-respon elitis semacam itu, kondisi saat ini membutuhkan pejabat yang hadir untuk masyarakat meski memang berpotensi dicap pencitraan, tapi memang rakyat butuh bantuan," pungkas Hensa.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Dasco Ungkap Target Closing RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:49

Ahmad Luthfi Minta Daerah Dilibatkan dalam Evaluasi MBG

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23

Pameran "Aku Arek Suroboyo" Kuak Sisi Lain Bung Karno yang Jarang Diketahui

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:11

Usulan Natalius Pigai, Ikhtiar Hadirkan Polri Lebih Modern dan Adaptif

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:53

Pajak, Kepercayaan dan Kontrak Sosial

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:49

Jalur Titipan SPMB Masuk Pidana Korupsi, Mau Anak Pintar Kok Nyogok...

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:23

Jurus Seribu Langkah Gagal, Eksekutor Jambret Jakbar Digulung!

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:36

Ditolak Daerah, Mubes V Kosgoro 1957 Dianggap Cacat Prosedur

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:32

Hari Lingkungan Hidup, Pertamina Gaspol Inovasi Sampah dan Tanam Pohon

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:24

Ini Instruksi Khusus Prabowo ke Seskab Teddy Soal Sekolah Rakyat

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:07

Selengkapnya