Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Pelni)

Nusantara

Mudik 2026 Momentum Perkuat Jati Diri Bangsa Maritim

RABU, 18 MARET 2026 | 06:01 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Arus mudik jelang Lebaran 2026 diproyeksikan akan mencapai puncak mobilitas hingga 144 juta pergerakan manusia. 

Menanggapi fenomena migrasi kolosal ini, pengamat maritim dari IKAL Strategic Center (ISC) Dr. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, menekankan bahwa momentum Mudik 2026 harus menjadi titik balik strategis bagi Indonesia dalam memperkuat kedaulatan dan jati diri sebagai bangsa maritim.

Ia menyoroti adanya variabel unik tahun ini, yaitu kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah mengubah anatomi mudik secara permanen. 


"Fleksibilitas kerja memungkinkan masyarakat berangkat lebih awal tanpa menunggu cuti bersama resmi. Dari sisi manajemen trafik, ini adalah kabar baik karena memecah konsentrasi massa. Namun di sisi lain menuntut kesiapan armada serta stamina personel lapangan dalam durasi operasional yang jauh lebih panjang dari biasanya," kata Capt. Hakeng dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 17 Maret 2026.

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini secara tegas mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian ekstra pada wilayah Indonesia Timur, di mana laut bukan sekadar pilihan, melainkan urat nadi kehidupan yang absolut. Data menunjukkan jumlah penumpang di wilayah Pelindo Regional 4 diprediksi mencapai 882.620 orang. 

"Keadilan mobilitas harus dirasakan nyata; pengawasan terhadap kuota Mudik Gratis, seperti 7.150 kuota di Maluku Utara, harus dipastikan sampai ke tangan yang tepat tanpa praktik percaloan. Penguatan armada di wilayah Timur adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merajut kohesi sosial bangsa," jelasnya.

Terkait aspek keselamatan, Capt. Hakeng menekankan pentingnya akurasi manifes di tengah masifnya digitalisasi tiket melalui aplikasi seperti Ferizy dan PELNI Mobile. 

Ia memperingatkan munculnya percaloan digital dan tiket palsu yang dapat merusak sistem keamanan pelayaran. 

"Jika tiket palsu beredar, perhitungan stabilitas kapal dan penyediaan alat keselamatan seperti sekoci serta life jacket menjadi tidak akurat. Saya menghimbau para Syahbandar untuk bisa menjaga integritasnya dalam melakukan ramp check. Jangan ada toleransi sekecil apa pun terhadap kapal yang tidak laik laut (non-seaworthy) hanya demi mengejar keuntungan komersial saat peak season," ungkapnya.

Isu baru yang menjadi perhatian serius dalam rilis ini adalah meningkatnya jumlah pemudik yang membawa kendaraan listrik (EV). Capt. Marcellus meminta operator kapal membekali kru dengan pelatihan khusus penanganan kebakaran baterai litium (thermal runaway) serta menyediakan APAR khusus di atas kapal. 

Selain itu, mengingat periode Maret merupakan masa pancaroba, para nakhoda diingatkan untuk memiliki keberanian moral dalam menunda pelayaran jika BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem. Keselamatan penumpang harus selalu ditempatkan di atas jadwal keberangkatan.

"Mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian bagi ketangguhan infrastruktur dan kedaulatan logistik kita. Mari kita buktikan bahwa laut adalah pemersatu peradaban, bukan pemisah. Selamat berlayar di laut biru Nusantara. Maritim Jaya, Indonesia Maju!" pungkasnya.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya