Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

AGRO Jaga Momentum Pertumbuhan Pendapatan di Tengah Penyesuaian Kinerja 2025

SELASA, 17 MARET 2026 | 12:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

 PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menunjukkan fokusnya pada penguatan struktur keuangan sepanjang tahun buku 2025. Langkah strategis ini terlihat dari kebijakan bank dalam mengalokasikan sumber daya secara signifikan untuk memperkokoh fundamental operasionalnya.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan bisnis, perusahaan melakukan penyesuaian pada nilai per saham yang kini berada di posisi Rp20,20. Langkah ini merupakan bagian dari manajemen risiko yang lebih pruden guna memastikan stabilitas jangka panjang.

Prioritas utama perusahaan tahun ini adalah mempertebal penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar 34,9 persen menjadi Rp553,6 miliar sebagai bentuk mitigasi risiko yang lebih berhati-hati. Di saat yang sama, AGRO juga mengalokasikan beban operasional sebesar Rp638,80 miliar untuk mendukung transformasi digital dan efisiensi layanan.


Meskipun demikian, kinerja intermedia bank sebenarnya masih tumbuh positif dengan pendapatan bunga neto yang naik menjadi Rp696,34 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 13,87 persen year-on-year.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Senin 16 Maret 2026, pada sisi neraca, total aset bank tetap stabil di level Rp13,08 triliun meski ekuitas terkikis 12,8 persen menjadi Rp3,01 triliun akibat kerugian tahun berjalan. 

Liabilitas perusahaan tercatat naik tipis 4,1 persen menjadi Rp10,07 triliun. Di sisi lain, posisi kas akhir tahun menyusut 29,1 persen ke angka Rp1,19 triliun karena terserap oleh aktivitas investasi dan pendanaan, walaupun arus kas operasi tetap terjaga positif di angka Rp391 miliar. 

Secara keseluruhan, tantangan utama AGRO di tahun 2025 terletak pada manajemen risiko kredit dan efisiensi biaya guna mengimbangi pertumbuhan pendapatan bunga yang cukup menjanjikan.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya