Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)
KASUS penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus oleh orang tak dikenal (OTK) adalah peristiwa yang tidak bisa dilihat secara sederhana. Dalam situasi politik dan ekonomi yang sedang bergejolak, setiap tindakan kekerasan terhadap tokoh publik selalu berpotensi memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar kriminalitas biasa.
Ruang publik kita seringkali terlalu cepat menyimpulkan siapa pelaku dan siapa yang harus disalahkan. Padahal dalam praktik politik tingkat tinggi, serangan semacam ini justru sering menjadi bagian dari permainan propaganda yang lebih kompleks. Dalam kondisi seperti sekarang ketika arah kebijakan ekonomi nasional sedang mengalami penataan ulang banyak pihak merasa dirugikan. Mereka bisa berasal dari jaringan bisnis lama, kelompok kepentingan, hingga aktor politik yang kehilangan pengaruh.
Karena itu, penyiraman terhadap Andrie Yunus sangat mungkin memiliki lebih dari satu motif. Pihak yang merasa dirugikan oleh aktivitas atau sikap politiknya bisa saja menjadi pelaku. Namun tidak menutup kemungkinan pula bahwa tindakan tersebut dirancang sebagai operasi propaganda: sebuah serangan yang sekaligus dimaksudkan untuk menimpakan kesalahan kepada pihak lain. Dengan kata lain, sekali mendayung dua atau tiga pulau terlampaui membalas sakit hati sekaligus menciptakan persepsi publik yang menyesatkan.
Populer
Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49
Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44
Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54
Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48
Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42
Senin, 09 Maret 2026 | 00:13
Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46
UPDATE
Senin, 16 Maret 2026 | 21:36
Senin, 16 Maret 2026 | 21:12
Senin, 16 Maret 2026 | 21:06
Senin, 16 Maret 2026 | 20:58
Senin, 16 Maret 2026 | 20:58
Senin, 16 Maret 2026 | 20:49
Senin, 16 Maret 2026 | 19:48
Senin, 16 Maret 2026 | 19:28
Senin, 16 Maret 2026 | 19:14
Senin, 16 Maret 2026 | 19:05