Berita

Gedung Bursa Efek Indoneia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Sepi, Rata-rata Transaksi Harian Turun Drastis

SENIN, 16 MARET 2026 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar modal Indonesia tengah melewati periode yang penuh tantangan. Berdasarkan data perdagangan periode 9-13 Maret 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan aktivitas yang cukup signifikan, terutama pada intensitas perdagangan harian.

Rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat turun drastis. Selama sepekan terakhir, jumlah transaksi tercatat hanya 1,87 juta kali per hari, menyusut tajam 31,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang masih mampu menembus angka 2,73 juta kali transaksi.

Kelesuan ini juga merembet pada indikator likuiditas lainnya. Nilai Transaksi (RNTH) tercatat hanya membukukan Rp17,2 triliun, anjlok 31,1 persen dari angka sebelumnya yang mencapai Rp24,97 triliun per hari.


Volume saham tercatat melorot 25,5 persen menjadi 31,55 miliar saham dari sebelumnya 42,34 miliar saham per hari.

Penurunan volume dan frekuensi ini berbanding lurus dengan ambruknya indeks sektoral. Menutup perdagangan Jumat lalu, 13 Maret 2026, IHSG harus rela tersungkur di level 7.137, atau terkoreksi dalam sebesar 5,91 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di posisi 7.585.

Kondisi ini praktis menggerus nilai perusahaan-perusahaan di bursa. Market cap (kapitalisasi pasar) BEI kini tersisa Rp12.678 triliun, kehilangan sekitar Rp949 triliun atau merosot 6,96 persen dalam waktu singkat.

Sentimen negatif kian diperparah oleh aksi lepas saham oleh pemodal mancanegara. Pada penutupan akhir pekan, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp117,17 miliar.

Secara kumulatif, total aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing sepanjang tahun berjalan (year-to-date) 2026 kini telah menyentuh angka Rp8,85 triliun.

Aktivitas pasar yang mendingin ini menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam memantau arah pergerakan pasar hari ini. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan belum cukup tenaga untuk bangkit. 

Investor akan cenderung bersikap wait and see jelang libur panjang dalam raya hari raya Nyepi dan Idulfitri 2026 yang jatuh pekan ini.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya