Berita

Konferensi Pers Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN), Indonesia Millenials Center (IMC), serta Komunitas Rakyat Arus Depan Pancasila (Komrad Pancasila). (Foto: Istimewa)

Politik

Keikutsertaan Indonesia di BoP Perkuat Diplomasi dan Peran Global

MINGGU, 15 MARET 2026 | 09:40 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bisa memperkuat posisi negara ini sebagai aktor penting dalam perdamaian internasional. 

Sebab, melalui partisipasi aktif ini, Indonesia tidak hanya mendukung perdamaian di Palestina, namun menyuarakan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan dalam penyelesaian konflik.

Pesan itu yang disampaikan oleh Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN), Indonesia Millenials Center (IMC), serta Komunitas Rakyat Arus Depan Pancasila (Komrad Pancasila) mengenai situasi nasional Indonesia saat ini.


"Dalam masuknya Indonesia ke BoP menjadi salah satu komunikasi diplomasi dengan negara-negara Internasional, hubungan bilateral antar negara yang masuk dalam BoP memudahkan Indonesia untuk menjalin kerjasama apapun dengan negara lain," kata Kordinator JIHN, Riswan siahaan dalam keterangan resmi Minggu, 15 Maret 2026.

Lanjut Riwan, dengan bergabungnya Indonesia ke BoP bisa menekankan diplomasi damai dan penyelesaian konflik melalui dialog serta kerja sama multilateral semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Sementaa itu, Kordinator Komunitas Rakyat Arus Depan Pancasila (Komrad Pancasila) Antoni Yudha juga menjelaskan masyarakat Indonesia harus bersatu dalam menghadapi isu ini.

Terakhir Direktur Indonesia Millennials Center (IMC), Yerikho Manurung menyerukan Konsolidasi Akbar Persatuan Nasional dengan mengajak seluruh elemen bangsa—tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, organisasi sipil, dan komunitas dari berbagai daerah dan provinsi—untuk memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika dan tantangan bangsa saat ini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya