Berita

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (kiri). (Foto: RMOL)

Dunia

AS Ganggu Kedaulatan Iran Sejak 1953

SELASA, 03 MARET 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Campur tangan Amerika Serikat (AS) terhadap kedaulatan Iran memiliki jejak panjang. 

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam jumpa pers di kediaman dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

Boroujerdi menjelaskan, keterlibatan AS dalam urusan domestik Iran telah terjadi sejak dekade 1950-an. Ia menyinggung peristiwa kudeta pada 1953 yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh.


“Pada tahun 1953, Amerika Serikat membantu Syah Reza untuk melancarkan kudeta dan menggantikan pemerintahan sah yang dipilih rakyat serta dipimpin oleh Mohammad Mossadegh,” ujar Boroujerdi, dikutip Selasa, 3 Maret 2026.

Ia merujuk pada penguatan kekuasaan Mohammad Reza Pahlavi setelah peristiwa tersebut.

Menurut Boroujerdi, campur tangan AS berlanjut pada dekade 1980-an. Ia menilai Washington memberikan dukungan besar kepada Irak dalam perang melawan Iran yang berlangsung selama delapan tahun (1980–1988).

Tak lama setelah perang tersebut berakhir, pada 1988 AS kembali berulah dengan menyerang pesawat sipil Iran yang memiliki 291 penumpang, dan membuat seluruh penumpang wafat. 

Namun setelah gagal menghalau Revolusi Islam Iran, AS pada akhirnya melakukan operasi propagandanya, dengan menggaungkan isu dan membentuk jejaring terorisme di Iran.

“Akibat langkah-langkah tersebut, puluhan ribu warga Iran menjadi korban berbagai jenis serangan teror,” ujarnya.

Ia menambahkan, daftar panjang ketegangan antara AS dan Iran tidak dapat dijabarkan satu per satu dalam kesempatan tersebut.

“Permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran, jika harus saya uraikan satu per satu, akan menjadi daftar yang sangat panjang sepanjang sejarah. Saya hanya menyebutkan beberapa di antaranya,” kata Boroujerdi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya