Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ABC News)

Dunia

Serangan AS ke Iran Tak Populer, Berpotensi jadi Beban Politik Trump

SELASA, 03 MARET 2026 | 09:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran ternyata tidak mendapat dukungan luas dari publik di dalam negeri. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters bersama Ipsos menunjukkan hanya satu dari empat warga Amerika yang menyatakan mendukung serangan tersebut.

Survei itu dirilis di tengah memanasnya konflik setelah militer AS, bersama Israel, melancarkan serangan ke Iran yang disebut menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut. Konflik ini dengan cepat mengguncang kawasan Timur Tengah dan memicu serangan balasan dari Iran.

Hasil jajak pendapat menunjukkan, hanya 27 persen responden yang menyetujui serangan ke Iran. Sebaliknya, 43 persen menyatakan tidak setuju, sementara 29 persen lainnya belum menentukan sikap. Sekitar 90 persen responden mengaku sudah mendengar tentang operasi militer yang dimulai dengan serangan mendadak pada Sabtu lalu.


Survei juga mengungkap pandangan publik terhadap Presiden Donald Trump. Sebanyak 56 persen warga Amerika menilai Trump terlalu mudah menggunakan kekuatan militer untuk memperjuangkan kepentingan AS. Bahkan, seperempat pemilih Partai Republik memiliki pandangan serupa, meskipun mayoritas pendukung partainya tetap menyokong langkah tersebut.

Di internal Partai Republik, 55 persen menyatakan mendukung serangan ke Iran. Namun, 42 persen dari mereka mengatakan dukungan itu bisa berkurang jika konflik menyebabkan tentara AS tewas atau terluka. Kekhawatiran terhadap jatuhnya korban di pihak Amerika menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi opini publik.

Faktor ekonomi juga menjadi perhatian besar. Sebanyak 45 persen responden menyatakan mereka akan cenderung tidak mendukung operasi militer jika harga bensin atau minyak melonjak akibat perang. Harga minyak mentah Brent dilaporkan sempat naik sekitar 10 persen ke kisaran 80 Dolar AS per barel, dan sejumlah analis memperkirakan harganya bisa menembus 100 Dolar AS jika konflik berlanjut.

Di sisi lain, sekitar separuh responden mengatakan mereka akan lebih mendukung serangan tersebut jika Iran benar-benar menghentikan program nuklirnya. 

Washington menuntut Teheran menghentikan seluruh pengayaan uranium karena khawatir digunakan untuk membuat bom nuklir. Iran membantah tuduhan itu dan menyatakan programnya bertujuan untuk kebutuhan energi.

Survei terbaru ini melibatkan 1.282 responden dewasa di seluruh AS dengan margin of error sekitar 3 persen. Hasilnya memberi sinyal bahwa langkah militer AS ke Iran berpotensi menjadi isu sensitif secara politik, terutama menjelang pemilihan sela Kongres yang akan menentukan peta kekuatan Partai Republik dalam dua tahun ke depan.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya