Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Tim Eddy Soeparno)

Politik

Eddy Soeparno:

Krisis Iklim Bukan Hoax, Tapi Nyata Ancaman untuk Ketahanan Nasional

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 20:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Krisis iklim adalah realitas yang sedang dihadapi dunia dan Indonesia saat ini dan sama sekali bukan hoax seperti wacana global yang saat ini beredar. 

Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno saat memberikan pidato kunci dalam rangkaian acara Diseminasi Penelitian dari CSIS bertajuk Lanskap Perubahan Iklim: Refleksi Kritis dan Relasi Pusat-Daerah. 

“Kita berada di tengah pusaran climate crisis yang disruptif, sama disruptifnya dengan revolusi AI, fragmentasi geopolitik, atau pandemi Covid-19 yang mengubah tatanan kehidupan global,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, 26 Februari 2026.


Menurut Eddy, suhu rata-rata global dalam dua tahun terakhir telah melampaui kenaikan 1,5°C dibanding era pra-industri. Di Indonesia, banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah menjadi pengingat bahwa krisis iklim sudah berada di depan pintu.

“Di saat yang sama bencana juga memberikan tekanan terhadap APBN, stabilitas pangan hingga kebutuhan anggaran fiskal yang besar. Krisis iklim adalah ancaman terhadap ketahanan nasional kita,” lanjut Eddy.  

Wakil Ketua Umum PAN ini menyoroti bahwa peningkatan emisi karbon dan gas rumah kaca dari sektor transportasi, pembangkitan listrik, industri, hingga rumah tangga telah memperburuk kualitas udara, bahkan menjadikan Jakarta beberapa kali sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia 

“Deforestasi dan degradasi lahan akibat alih fungsi hutan juga memperparah krisis ekologis karena mengurangi kemampuan alam menyerap karbon,” lanjutnya. 

Terakhir, Eddy mengingatkan bahwa upaya penanganan krisis iklim tidak akan berhasil jika dijalankan dalam sistem yang over regulated namun under coordinated.

“Kita membutuhkan orkestrasi kebijakan yang harmonis dengan policy clarity, policy consistency, dan policy coordination sebagai kunci untuk mencegah dampak krisis iklim,” pungkasnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya