Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Rumah Sakit Bhakti Husada, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RMOLJabar)

Politik

Kemensos Mencari The Invisible People

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 22:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengejar masyarakat kurang mampu yang belum terdata pemerintah agar segera mendapat bantuan sosial (bansos).

Hal tersebut ditegaskan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau Penyaluran Terpadu Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) di RS Bhakti Husada, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 25 Februari 2026. 

Mensos mengatakan, kegiatan tersebut menyasar keluarga yang membutuhkan bantuan, termasuk mereka yang kesulitan menebus ijazah sekolah, membutuhkan alat kesehatan maupun yang perlu diberdayakan secara ekonomi.


"Ini adalah tugas Kemensos dan Presiden untuk benar-benar memperhatikan mereka yang disebut The Invisible People. Mereka ada di sekitar kita, tapi belum tersentuh program pembangunan," kata Mensos dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta maupun filantropi untuk menyisir warga yang belum terdata. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

Terkait penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI), ia memastikan langkah tersebut bukan pengurangan kuota, melainkan pengalihan kepada warga yang lebih memenuhi kriteria. Di Bekasi, sekitar 70 ribu lebih PBI dinonaktifkan.

"Bukan dikurangi, tapi dialihkan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Mudah-mudahan dengan data yang makin akurat, intervensi kita tepat dan hasilnya lebih berdampak," jelasnya.

Di sisi lain, ia berharap rumah sakit tetap melayani pasien PBI yang dinonaktifkan sembari menunggu solusi pembiayaan dibahas bersama pemerintah daerah atau pihak lain. Menurutnya, tidak boleh ada warga yang putus asa berobat karena ketiadaan biaya.

"Data itu dinamis. Ada yang meninggal, pindah, lahir, berubah kondisi ekonomi. Jangan sampai kita membantu orang yang sudah meninggal atau sudah pindah," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya