Berita

Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM), Prof. Din Syamsudin (berdiri) bersama para narasumber, bertajuk "Quo Vadis Pembangunan Ekonomi Nasional Indonesia", yang digelar di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Din Syamsudin: Saya Tidak Tahu Presiden Kita Visi Ekonominya Apa?

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 20:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto terus dipertanyakan seiring menguat isu tekanan global terhadap Indonesia belakangan ini.

Hal itu mencuat dalam diskusi Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) bertajuk "Quo Vadis Pembangunan Ekonomi Nasional Indonesia", yang digelar di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu, 25 Februari 2026.

Ketua DN-PIM, Prof. Din Syamsudin situasi ekonomi nasional tidak mudah di tengah kecamuk geopolitik saat ini, termasuk setelah perjanjian perdagangan atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat. 


"Dari sekian faktor, ada faktor eksternal dan gap ekonomi kita, tapi masalah kita lebih kepada visi dan manajemen," ujar Prof. Din.

Menurutnya, kemungkinan posisi ekonomi Indonesia turbulensi atau stagnan, maka menjadi tantangan yang harus dijawab Presiden Prabowo dan pemerintah.

"Saya tidak tahu presiden kita visi ekonominya apa? Walaupun saya waktu itu diundang ke Hambalang. Ketika tadi mulai cari solusi, strategi pembangunan ekonomi, ini yang dibutuhkan Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut, salah satu sektor yang dapat menjadi perhatian pemerintah dan Presiden untuk kedaulatan ekonomi Indonesia adalah soal pengelolaan sumber daya alam.

"Pikiran sederhana saya, kenapa tidak mengembangkan selain pendayagunaan sumber daya alam yang kaya raya itu, tapi tidak dengan menyerahkannya kepada pasar bebas," demikian Prof. Din mengusulkan.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya