Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: presidenri.go.id)

Politik

Jokowi Dicap sebagai Aktor Pelemahan KPK yang 'Carmuk' ke Prabowo

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 11:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dukungan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap revisi UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai publik sebagai langkah untuk cari muka atau “carmuk” kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menuturkan bahwa UU KPK 2019 merupakan produk legislasi rezim Jokowi yang melemahkan lembaga antirasuah. Namun, sikap bertentangan yang ditunjukkan Jokowi di era pemerintahan Prabowo dapat ditafsirkan sebagai strategi politis.

“Perasaan Jokowi yang yakin dapat memengaruhi Prabowo untuk merevisi UU KPK sama dengan carmuk, untuk keyakinan dirinya bahwa Prabowo-Gibran akan dua periode,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa, 25 Februari 2026.


Lebih jauh, Magister Ilmu Politik dari Universitas Nasional itu menilai, seringnya Jokowi tampil di publik belakangan ini dan seolah memerhatikan berbagai isu, adalah bagian dari upaya mengaburkan fokus kerja pemerintahan.

“Jokowi masih akan terus merecoki kepemimpinan Prabowo. Akibatnya, publik menilai Jokowi tidak konsisten antara perbuatan dan pernyataannya. Publik telah menorehkan tiga catatan negatif terkait UU KPK 2019,” jelasnya.

Menurut Efriza, catatan tersebut meliputi; Jokowi sebagai aktor pelemahan institusi KPK, pemimpin yang tidak mendukung agenda pemberantasan korupsi, dan  aktor kemunduran demokrasi melalui revisi UU KPK 2019.

Catatan ini menegaskan persepsi publik mengenai kontroversi sikap Jokowi terkait UU KPK dan dampaknya terhadap citra pemberantasan korupsi di Indonesia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya