Berita

Ahmad Sahroni. (Foto: Dokumen RMOL)

Politik

Alasan DPR Kembalikan Ahmad Sahroni jadi Pimpin Komisi III

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 11:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan DPR RI menjelaskan perihal pengangkatan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse Mappasessu.

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menjelaskan ada mekanisme yang berlaku dalam hal pergantian susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). 

Menurutnya, pimpinan DPR telah menerima usulan dari Fraksi Nasdem yang menunjuk Ahmad Sahroni menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR.


"Semua AKD di sini mekanismenya kan fraksi yang mengirim kepada kita semua. Jadi pimpinan menetapkan itu sesuai dengan karena itu semua ada di fraksi untuk usulan menunjuk siapa pun," kata Cucun saat jumpa pers di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Cucun menambahkan, pelantikan Sahroni sebagai pimpinan Komisi III DPR juga telah sesuai aturan, termasuk mengikuti putusan Mahkamah Keputusan Dewan (MKD).

"Keputusannya kan sudah ada di yang keputusan pertama, kemudian fraksi mengirim nama untuk siapa yang duduk di MKD itu. Kita pimpinan berdasarkan usulan dari fraksi seperti itu," pungkasnya.

Sekadar informasi, pada Agustus 2025, Sahroni sempat ditarik dari Komisi III dan dimutasi menjadi anggota Komisi I DPR. 

Langkah itu diambil setelah Sahroni mengeluarkan pernyataan kontroversial dan dijatuhi sanksi etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. 

Posisinya sebagai pimpinan Komisi III saat itu kemudian digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu pada September 2025.

Namun, belakangan Rusdi disebut telah resmi mengundurkan diri dari keanggotaan DPR RI dan NasDem, lalu bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dengan masuknya kembali Sahroni, maka susunan pimpinan Komisi III DPR RI per hari ini, Kamis, 19 Februari 2026 yakni:

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman (F-Gerindra), dan tiga Wakil Ketua Komisi III DPR yakni Dede Indra Permana Soediro (F-PDIP) Ahmad Sahroni (F-NasDem) dan Rano Alfath (F-PKB).

Sehingga, masih ada satu kursi pimpinan Komisi yang masih kosong.

Satu posisi tersebut milik Fraksi Partai Golkar, di mana sebelumnya diduduki Sari Yuliati yang kini telah menjadi Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir yang menjadi hakim konstitusi.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

KSP Bocorkan Poin Penting Taklimat Presiden Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30

Pembangunan Huntara Ditarget Rampung Seluruhnya Sebelum Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:25

Rancangan Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme Tuai Kritik

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:23

Safari Ramadan di Tujuh Provinsi, PTPN IV Bahagiakan Anak Yatim

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:01

Pengemis Musiman Eksploitasi Anak Kembali Marak Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:00

Ketua Bawaslu Ungkap Kelemahan Norma Penanganan Pelanggaran Pemilu

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:59

Bukan Teladan, Pimpinan DPD Kompak Belum Lapor LHKPN

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:44

Gibran Silaturahmi ke Habib Ali Kwitang Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:31

Guru Honorer Layak Dapat THR

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:22

Ramadan jadi Momentum Edukasi Penggunaan Air dengan Bijak

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:17

Selengkapnya