Berita

Telkom Akses. (Foto: Telkom)

Nusantara

Telkom Akses Perkuat Tata Kelola Digital dengan Sistem LENSA Invoice Material

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 10:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

PT Telkom Akses (Telkom Akses), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meresmikan implementasi LENSA Invoice Material, sebuah sistem digital berbasis Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses administrasi penagihan mitra material proyek, mulai dari tahap verifikasi hingga pembayaran secara end-to-end. 

Peluncuran ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung agenda transformasi digital TelkomGroup sekaligus memperkuat tata kelola bisnis berbasis teknologi.

LENSA Invoice Material, singkatan dari Intelligent Vendor Input Document & Disbursement, merupakan sistem terintegrasi yang mentransformasi proses penagihan material yang sebelumnya dilakukan secara manual dan rentan terhadap kesalahan menjadi proses digital yang paperless, otomatis, cepat, dan akurat, dengan tetap mengedepankan prinsip kepatuhan terhadap regulasi.


Direktur Keuangan dan Management Risiko Telkom Akses Hery Sofiaji, menegaskan bahwa pengembangan sistem ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga penguatan tata kelola perusahaan. 

"LENSA Invoice Material kami rancang sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan akurasi dalam proses penagihan mitra. Melalui digitalisasi berbasis RPA dan OCR, kami memastikan proses berjalan lebih cepat, transparan, dan tetap mengedepankan prinsip compliance," ujar Hery.

Sebelum implementasi sistem ini, proses administrasi proyek masih mengandalkan dokumen fisik, tanda tangan basah, serta alur verifikasi berlapis dari area hingga kantor pusat, yang kerap memicu inefisiensi sumber daya, peningkatan biaya operasional, serta keluhan mitra terkait lamanya proses pembayaran. 

Melalui LENSA Invoice Material, seluruh proses kini dialihkan ke digital automation, mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga pembayaran mitra, dengan memanfaatkan RPA untuk menjalankan proses tanpa intervensi fisik serta teknologi OCR untuk membaca dan memvalidasi dokumen secara otomatis.

Implementasi LENSA Invoice Material menghadirkan dampak nyata dan terukur, khususnya melalui efisiensi biaya operasional lewat penghematan cetak dan distribusi dokumen yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah per tahun. 

Sistem ini juga mempercepat sirkulasi penandatanganan dokumen hingga 3 x 24 jam berkat penerapan tanda tangan digital dan e-meterai, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas SDM dengan mengalihkan pekerjaan administratif ke aktivitas yang lebih strategis. 

Selain itu, proses pembayaran yang lebih cepat dan terprediksi turut memperbaiki arus kas mitra serta meningkatkan Index Partnership Satisfaction sebagai fondasi hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Sejalan dengan arah strategis perusahaan, Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, menilai LENSA Invoice Material sebagai instrumen penting dalam mempercepat siklus bisnis dan memperkuat kemitraan.

"Dari perspektif bisnis dan strategi, LENSA Invoice Material kami dorong sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional di fungsi procurement dan vendor management," ungkap Djoko.

Setelah melalui tahap piloting sejak Januari 2025 dan evaluasi selama satu tahun, LENSA Invoice Material kini resmi diterapkan secara nasional kepada 102 mitra material mulai minggu kedua Januari 2026. 

Implementasi ini melibatkan kolaborasi lintas fungsi strategis, mencakup Unit IT, Procurement, Inventory, dan Finance, serta mendapat dukungan penuh dari jajaran Board of Directors dan senior leaders TelkomGroup sebagai bagian dari akselerasi transformasi digital perusahaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya