Berita

Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

MKD DPR:

Adies Kadir Tak Langgar Etik, Fit and Proper Test Sesuai Tatib

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 14:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menyatakan bahwa tidak ditemukan pelanggaran etik dalam proses uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap Adies Kadir, sebagai calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari unsur DPR.

Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam menjelaskan, pemeriksaan dilakukan menyusul adanya pihak yang mempertanyakan keabsahan pemilihan Adies Kadir.

“Hari ini kami membacakan press release terhadap perkara tanpa aduan terkait Profesor Doktor Insinyur Haji Adies Kadir, S.H., M.Hum,” ujar Nazaruddin kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.


Nazaruddin memaparkan, proses pencalonan Adies Kadir bermula dari surat pemberitahuan bahwa Innosentius Samsul yang sebelumnya dipilih dalam rapat paripurna DPR pada 21 Agustus 2025, mendapatkan penugasan lain sehingga tidak dapat melanjutkan sebagai calon Hakim Konstitusi usulan DPR.

Selanjutnya, pada 26 Januari 2026, Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Adies Kadir. Hasilnya, persetujuan diberikan secara aklamasi.

Sehari berselang, 27 Januari 2026, rapat paripurna DPR juga secara aklamasi menyetujui Adies Kadir sebagai calon Hakim Konstitusi dari unsur DPR.

Meski demikian, muncul sekelompok pihak yang mempertanyakan keabsahan proses tersebut. 

Atas dasar itu, MKD melakukan kajian dan penelusuran data untuk memastikan apakah seluruh tahapan telah sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam pertimbangannya, MKD menyatakan proses uji kelayakan dilakukan setelah adanya pemberitahuan resmi bahwa Innosentius Samsul mendapat penugasan lain. Karena itu, Komisi III berwenang melanjutkan tahapan pencalonan.

MKD juga menilai mekanisme pemilihan telah memenuhi Pasal 185 UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang mengatur persetujuan atau pertimbangan calon jabatan melalui rapat paripurna. 

Selain itu, proses tersebut dinilai sesuai Pasal 25 Tata Tertib DPR yang mengatur penelitian administrasi, uji kelayakan, penentuan urutan calon, serta pemberitahuan kepada publik melalui media.

Tak hanya itu, Adies Kadir dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai Hakim Konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 15 ayat (2) UU Mahkamah Konstitusi.

“Karena cara dan syarat pemilihan Prof. Dr. Ir. Adies Kadir, S.H., M.Hum sebagai calon Hakim Konstitusi usulan lembaga DPR sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka tidak ada pelanggaran kode etik DPR dalam proses tersebut,” kata Nazaruddin.

Dalam amar putusannya, MKD menyatakan tidak ditemukan pelanggaran etik dalam proses uji kepatutan dan kelayakan serta pemilihan Adies Kadir sebagai calon Hakim Mahkamah Konstitusi dari unsur DPR oleh Komisi III yang kemudian dikuatkan dalam rapat paripurna DPR.

MKD juga menegaskan, seluruh proses telah sesuai dengan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau MD3 serta Peraturan DPR yang mengatur tata tertib dan kode etik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya