Berita

PM Sementara Bangladesh, Muhammad Yunus (Foto: NDTV)

Global

PM Yunus Mundur, Akhiri Pemerintahan Sementara Bangladesh Usai Pemilu

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri sementara Muhammad Yunus resmi mengundurkan diri setelah pelaksanaan pemilihan umum nasional di Bangladesh. 

Dalam pidatonya, peraih Nobel Perdamaian berusia 85 tahun itu menegaskan berakhirnya masa kepemimpinan transisi yang ia jalankan sejak 2024. Selain itu, Yunus menekankan agar proses demokrasi yang telah dimulai tetap dijaga.

“Hari ini, pemerintah sementara mengundurkan diri. Namun jangan sampai praktik demokrasi, kebebasan berbicara, dan hak-hak mendasar yang telah dimulai dihentikan," kata dia, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 17 Februari 2026.


Yunus sebelumnya kembali dari pengasingan pada Agustus 2024, beberapa hari setelah pemerintahan dipimpin PM Sheikh Hasina digulingkan melalui pemberontakan mahasiswa yang memaksanya melarikan diri ke India. Ia mengenang momentum tersebut sebagai tonggak penting perubahan politik nasional. 

“Itulah hari pembebasan yang agung. Betapa bahagianya hari itu! Warga Bangladesh di seluruh dunia meneteskan air mata kebahagiaan. Pemuda negara kita membebaskannya dari cengkeraman iblis," ujarnya. 

Selama menjabat sebagai penasihat utama pemerintahan transisi, Yunus memimpin proses reformasi politik dan penyelenggaraan pemilu. Ia kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Bangladesh Nationalist Party (BNP) yang memenangkan pemilu secara telak. 

Yunus juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemimpin BNP, Tarique Rahman. 

“Rakyat, pemilih, partai politik, dan lembaga pemangku kepentingan yang terkait dengan pemilihan umum telah memberikan contoh yang patut dipuji. Pemilihan ini telah menetapkan tolok ukur untuk pemilihan umum di masa mendatang,” ungkapnya.

Koalisi BNP dilaporkan meraih 212 kursi parlemen, jauh mengungguli aliansi yang dipimpin Jamaat-e-Islami yang hanya memperoleh 77 kursi. 

Jamaat pun mengakui kekalahan dan menyatakan siap menjalankan peran oposisi secara damai dalam pemerintahan baru.

Selain pemilu, Bangladesh juga menggelar referendum reformasi demokrasi yang dikenal sebagai Piagam Juli. Dokumen tersebut mengusulkan pembatasan masa jabatan perdana menteri, pembentukan majelis tinggi parlemen, penguatan kewenangan presiden, serta peningkatan independensi lembaga peradilan. 

Parlemen baru dijadwalkan dilantik pada hari ini yang sekaligus membuka jalan bagi Tarique Rahman untuk menjabat sebagai perdana menteri berikutnya. 

Meski sempat diwarnai bentrokan politik yang menewaskan lima orang dan melukai ratusan lainnya selama masa kampanye, hari pemungutan suara berlangsung relatif damai dan stabil, menandai transisi kekuasaan yang dinilai sebagai langkah penting menuju konsolidasi demokrasi Bangladesh.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya