Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Sky News)

Dunia

Trump Isyaratkan Pergantian Rezim Iran Solusi Terbaik di Tengah Ketegangan

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan dukungan terhadap kemungkinan pergantian rezim di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. 

Pernyataan itu disampaikan Trump saat Pentagon mengirimkan kapal induk kedua ke wilayah tersebut, meski upaya diplomasi antara Washington dan Teheran masih berjalan.

Ketika ditanya apakah ia menginginkan perubahan rezim di Iran, Trump menjawab bahwa hal tersebut sepertinya akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi.


Namun ia menolak merinci siapa sosok yang diharapkan menggantikan kepemimpinan Iran saat ini.

Trump juga melontarkan kritik keras terhadap proses diplomasi yang telah berlangsung puluhan tahun.  

"Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa. Kaki putus, lengan putus, wajah hancur. Kita telah terus berjuang untuk waktu yang lama," usai menghadiri acara militer di Fort Bragg, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 15 Februari 2026.

Pernyataan keras itu muncul di saat AS memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Kapal induk USS Gerald R. Ford dikirim untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln, bersama sejumlah kapal perusak berpemandu rudal, jet tempur, dan pesawat pengintai yang telah lebih dulu dikerahkan.

Trump menegaskan, pengerahan kapal induk kedua tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi jika jalur diplomasi gagal. 

“Seandainya kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya… jika kita membutuhkannya, kita akan menyiapkannya,” kata Trump. 

Seorang pejabat AS menyebutkan kapal induk itu membutuhkan setidaknya satu pekan untuk tiba di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, sumber Reuters menyebut utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan menggelar perundingan dengan Iran di Geneva pada Selasa mendatang, 17 Februari 2026 dengan Oman bertindak sebagai mediator. 

Pada hari yang sama, keduanya juga disebut akan bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina terkait upaya AS mendorong pengakhiran perang di Ukraina.

Washington menginginkan agar perundingan nuklir dengan Iran turut mencakup isu rudal balistik, dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan, serta perlakuan pemerintah terhadap rakyat Iran. 

Namun Teheran menyatakan hanya bersedia membahas pembatasan program nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi, dan menolak mengaitkannya dengan persoalan rudal.

Di tengah situasi tersebut, Trump kembali mengancam akan melakukan serangan jika kesepakatan tidak tercapai, sementara Iran berjanji akan melakukan pembalasan, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya