Berita

Kuliah umum dan peresmian gedung baru Kampus Institut SEBI, Depok. (Foto: Institut SEBI)

Nusantara

Optimalisasi Potensi Zakat Perlu Kontribusi Ulama dan Akademisi

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 06:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia dinilai masih belum optimal dan jauh dari potensi yang sebenarnya. Minimnya penguatan dakwah tentang pentingnya ZIS serta terbatasnya riset dan inovasi dalam strategi penghimpunan dana disebut menjadi faktor penyebab rendahnya realisasi tersebut.

Berdasarkan data terbaru, potensi ZIS nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun. Namun hingga 2025, dana yang berhasil dihimpun baru sekitar Rp42 triliun, atau hanya sekitar 13 persen dari total potensi yang ada.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Waryono Abdul Ghofur, menyoroti fenomena ini dalam Kuliah Umum dan Peresmian Gedung di Kampus Institut SEBI, Depok, Kamis 12 Februari 2026.


Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun jutaan umat Muslim Indonesia mampu berangkat umrah dengan biaya puluhan juta rupiah. Namun di sisi lain, masih banyak masyarakat miskin di sekitar mereka yang membutuhkan bantuan.

“Hal-hal ini jarang disampaikan secara intens oleh para pendakwah,” kata Waryono.

Sementara itu, CEO Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma), Romdlon Hidayat, mendorong kalangan perguruan tinggi dan akademisi untuk turut berperan aktif dalam mencari solusi atas persoalan tersebut. Ia menilai diperlukan kajian ilmiah dan inovasi strategis untuk meningkatkan kesadaran serta efektivitas penghimpunan ZIS di masa mendatang.

Dalam kuliah umum bertema Filantropi Syariah, Kemanusiaan, dan Pembangunan di hadapan dosen dan mahasiswa Institut SEBI, Romdlon menyatakan kesiapan Yakesma untuk mendukung riset akademik yang berfokus pada pengembangan strategi peningkatan dana ZIS.

“Kami siap mendukung pendanaan bagi perguruan tinggi atau akademisi yang ingin melakukan riset dan kajian guna melahirkan inovasi dalam meningkatkan penghimpunan ZIS,” kata Romdlon.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

11 Juta PBI BPJS Dihapus, Strategi Politik?

Jumat, 13 Februari 2026 | 06:04

Warga Jateng Tunda Pembayaran Pajak Kendaraan

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:34

Kepemimpinan Bobby Nasution di Sumut Gagal

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:19

Boikot Kurma Israel

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:09

7 Dugaan Kekerasan Berbasis Gender Ditemukan di Lokasi Pengungsian Aceh

Jumat, 13 Februari 2026 | 04:33

Pengolahan Sampah RDF Dibangun di Paser

Jumat, 13 Februari 2026 | 04:03

Begal Perampas Handphone Remaja di Palembang Didor Kakinya

Jumat, 13 Februari 2026 | 04:00

Jokowi Terus Kena Bullying Tanpa Henti

Jumat, 13 Februari 2026 | 03:34

4 Faktor Jokowi Ngotot Prabowo-Gibran Dua Periode

Jumat, 13 Februari 2026 | 03:10

Rano Gandeng Pemkab Cianjur Perkuat Ketahanan Pangan Jakarta

Jumat, 13 Februari 2026 | 03:09

Selengkapnya