Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Amazon Tingkatkan Belanja AI, Saham Langsung Anjlok

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amazon memperkirakan pengeluaran modal (capital expenditure/capex) bakal naik lebih dari 50 persen pada 2026, terutama untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi asal AS itu memproyeksikan capex mencapai 200 miliar Dolar AS pada 2026, naik tajam dari 131 miliar Dolar AS pada 2025.

Pengumuman ini justru menimbulkan kekhawatiran investor. Saham Amazon turun 11,5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, setelah sebelumnya ditutup melemah 4,4 persen pada perdagangan reguler. Kekhawatiran muncul karena besarnya biaya yang digelontorkan untuk pengembangan AI.

CEO Amazon, Andy Jassy, memberikan penjelasan kepada investor terkait strategi perusahaan. Ia menekankan bahwa kinerja Amazon Web Services (AWS) harus dilihat dari skala bisnisnya yang besar.


“Sangat berbeda memiliki pertumbuhan 24 persen dari tahun ke tahun dengan pendapatan tahunan sebesar 142 miliar Dolar AS, dibandingkan pertumbuhan persentase yang lebih tinggi dari basis yang jauh lebih kecil,” ujar Jassy, dikutip Reuters, Jumat, 6 Februari 2026.

Pada kuartal Desember, pendapatan AWS tumbuh 24 persen menjadi 35,6 miliar Dolar AS. Sementara itu, Google Cloud tumbuh lebih cepat, 48 persen menjadi 17,75 miliar Dolar AS, dan Microsoft Azure mencatat pertumbuhan 39 persen. Meski begitu, AWS tetap menjadi mesin laba utama Amazon, menyumbang lebih dari 60 persen laba operasional, meski hanya berkontribusi 15-20 persen terhadap total penjualan.

Lonjakan belanja Amazon juga mencerminkan tren di industri teknologi secara umum. Empat perusahaan hyperscaler terbesar – Amazon, Microsoft, Google, dan Meta – diperkirakan menghabiskan lebih dari 630 miliar Dolar AS tahun ini untuk AI. Namun, investor mulai menuntut hasil nyata dari investasi besar tersebut.

“Pasar tidak menyukai jumlah uang yang terus digelontorkan untuk belanja modal dengan tingkat pertumbuhan seperti ini,” kata Dave Wagner, manajer portofolio Aptus Capital Advisors.

Tekanan investor bertambah karena Amazon memproyeksikan laba operasional kuartal I 2026 hanya 16,5-21,5 miliar Dolar AS, di bawah ekspektasi analis sebesar 22,04 miliar Dolar AS. Proyeksi ini sudah termasuk sekitar 1 miliar Dolar AS biaya tambahan, termasuk dari bisnis internet satelit berkecepatan tinggi Amazon, Project Kuiper (Leo).

Selain AI, Amazon juga terus berinvestasi di e-commerce, termasuk ekspansi ke wilayah pedesaan AS dan penguatan layanan pengiriman cepat. Namun, perusahaan mencatat kerugian penurunan nilai aset 610 juta Dolar AS, terutama dari unit toko fisik seperti Amazon Go dan Amazon Fresh, yang banyak ditutup atau dialihkan menjadi gerai Whole Foods.

Meski melakukan pemutusan hubungan kerja puluhan ribu karyawan korporat, Amazon menegaskan langkah itu dilakukan untuk efisiensi dengan bantuan AI. Jassy menekankan bahwa AI sudah digunakan di seluruh lini bisnis perusahaan.

“Di setiap bisnis kami, AI digunakan secara luas untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, bahkan untuk sepenuhnya menciptakan ulang hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin,” kata Jassy.

Laporan keuangan Amazon ini mempertegas pesan Wall Street: belanja besar untuk AI hanya bisa diterima jika diikuti manfaat operasional dan finansial yang jelas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya