Berita

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, saat memberikan Keynote Speech dalam kegiatan Outlook Media 2026 di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Fifi Aleyda Yahya:

Dilema Media Massa: Kejar Klik atau Kejar Kepercayaan

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 16:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkomitmen atas keberlangsungan pers dan media massa yang kini dihadapkan dengan tantangan disrupsi digital. 

Demikian penegasan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya saat memberikan keynote speech dalam kegiatan Outlook Media 2026 bertajuk "Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konetivitas", di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026.

"Pemerintah berkomitmen terus menajdi mitra yang bisa terus menjaga pers. Pers yang kuat bukan hanya kebutuhan industri, tapi fondasi penting bagi masyarakat yang berdaya," ujar Fifi.


Fifi mengatakan, bicara masa depan media massa hari ini tidak bisa hanya melihat dari satu sisi dinamika periklanan, tapi juga isu integritas jurnalistik yang saling terkait, terutama di era inter kontektivitas yang terjadi sekarang ini.

"Di masa seperti ini media dihadapkan dilema, mengejar klik atau mengejar kepercayaan, mengikuti arus atau memegang kompas," kata Fifi. 

Salah satu tantangan paling dirasakan perusahaan media massa hari ini, menurut Fifi, adalah soal industri periklanan yang bersaing dengan platform digital dan juga konten kreator.

"Banyak keputusan iklan ditentukan oleh angka-angka yang bergerak sangat cepat. Nilai sebuah konten sering diukur dari performanya dengan hitungan  jam bahkan menit," kata Fifi.

Oleh karena itu, Fifi menitipkan satu aspek yang menjadi hal prinsipil dalam dunia jurnalistik, dan tidak dimiliki pada media sosial yang terbilang ruang bebas tanpa batas. 

"Ada satu hal yang tidak boleh kita lepaskan, yaitu integritas," kata Fifi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya