Berita

Ketua Dewan Pers Prof. Komarudin Hidayat dalam kegiatan Outlook Media 2026 di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 5 Februari 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Ketua Dewan Pers:

Platform Digital Panen Iklan, Media Konvensional Bernasib Miris

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 14:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Pers menyoroti ketidakadilan distribusi iklan di platform-platform digital yang mencapai puluhan triliun rupiah selama setahun, sementara industri media konvensional di Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi yang berat

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pers, Prof. Kemarin Hidayat, dalam kegiatan Outlook Media 2026 bertajuk "Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konetivitas", di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 5 Februari 2026.

"Sekarang ini yang dihadapi oleh media massa itu kan satu, terjadinya PHK akibat memang revenue yang menurun. Kedua, banyak sekali kemudian peralihan iklan-iklan itu ke medsos," kata Komarudin.


Selain itu, Komarudin juga mengamati iklan komersial lebih memilih influencer, untuk mem-branding dagangannya ketimbang  media massa. Ironisnya, peraturan terkait pajak digital juga belum jelas.

"Ada beberapa konten kreator yang saya juga tidak tahu gimana pajaknya, gimana itu peraturan pajaknya, banyak sekali itu," kata Komarudin.

Berdasarkan data yang diperolehnya, nilai iklan pada platform-platform digital seperti media sosial, nilainya sangat fantastis.

"Diperkirakan iklan yang beredar tiap tahun itu kurang lebih Rp70 triliun di Indonesia. Sebagian besar itu masuk pada platform yang mengelola, dan media enggak punya daya tawar," kata Komarudin.

Persoalan yang seperti ini, menurut Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu, perlu juga untuk dikaji kebenarannya, dan diatasi peraturannya, sehingga kemudian media massa bisa sehat.

Selain itu, Komarudin juga mengusulkan adanya dana bantuan dari pemerintah, untuk mengatasi persoalan ekonomi media massa yang ada di Indonesia.

"Bahkan kami juga sedang memperjuangkan, mengusulkan adanya dana jurnalisme," pungkas Komarudin.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya