Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL Jatim)

Politik

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Arah politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai diterka publik setelah ia menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai pidato Jokowi yang menggebu-gebu, dengan pernyataan siap bekerja mati-matian untuk PS, merupakan langkah awal untuk memastikan keberlanjutan trah kekuasaannya.

“Totalitas Jokowi di PSI tampaknya ditujukan untuk kepentingan Pileg dan Pilpres. Melalui Pileg, Jokowi ingin mengantarkan PSI ke Senayan. Melalui Pilpres, Jokowi ingin anaknya tetap mendampingi Prabowo selama dua periode,” ujar Jamil kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 2 Februari 2026.


Menurutnya, Jokowi tidak bisa mempertahankan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, tetap berada di posisi Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto tanpa menunjukkan keseriusan membangun kendaraan politik sendiri.

“PSI harus memiliki nilai tawar politik di mata Prabowo. Nilai tawar itu hanya bisa ditunjukkan dengan menaikkan posisi PSI dari partai gurem menjadi partai menengah. Karena itu, Jokowi berjanji akan bekerja mati-matian untuk PSI dan menjadi tokoh utama dalam seluruh aktivitas kampanye PSI ke depan,” tuturnya.

Jamil pun memperkirakan bahwa di panggung depan Jokowi akan menampilkan kerja keras untuk mendongkrak PSI agar menjadi partai besar dan diperhitungkan.

Sementara di panggung belakang, ia membaca arah politik Jokowi adalah mengantarkan Gibran menjadi Presiden pada 2034, setelah PSI berhasil masuk parlemen pada Pemilu 2029.

“Jika itu motivasi di panggung belakang Jokowi, maka PSI hanya dijadikan kendaraan politik. Janji kerja mati-matian untuk membesarkan PSI bisa jadi semata-mata untuk memperkuat posisi kedua anaknya,” ujarnya menduga.

“Jika hal itu terwujud, maka dinasti politik Jokowi akan semakin kuat dan bersinar,” pungkas Jamil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya