Berita

Ade Kuswara Kunang dan Jejen Sayuti (Foto dari Instagram Jejen Sayuti)

Hukum

Politikus Senior PDIP Jejen Sayuti Dipanggil KPK Terkait Kasus OTT Bupati Bekasi

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 13:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat, Jejen Sayuti, dalam penyidikan kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa Jejen dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Selasa 27 Januari 2026. 

Jejen diketahui pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024 serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019. Budi menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK. 


Namun hingga pukul 12.30 WIB, nama Jejen belum tercatat dalam daftar kehadiran saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jejen juga diketahui menjabat sebagai Ketua DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Barat.

Selain Jejen, penyidik KPK turut memanggil dua saksi lainnya, yakni Sugiarto dari unsur swasta dan Dodo Murtadho yang berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Dalam rangkaian penyidikan perkara ini, KPK sebelumnya telah memeriksa sejumlah tokoh politik di Jawa Barat. Ketua DPD PDIP Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, diperiksa pada Kamis 15 Januari 2026 dan didalami terkait dugaan aliran dana dari tersangka Sarjan.

Penyidik juga telah memeriksa anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari PDIP, Nyumarno terkait dugaan aliran uang sebesar Rp600 juta dari Sarjan.

Selain kader PDIP, KPK turut memeriksa politisi lain, yakni Aria Dwi Nugraha selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Gerindra serta Iin Farihin selaku anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayahnya HM Kunang selaku Kepala Desa Sukadami, serta Sarjan dari unsur swasta sebagai tersangka. KPK mengungkapkan bahwa sejak terpilih sebagai Bupati Bekasi, Ade diduga menjalin komunikasi dengan Sarjan terkait pengondisian paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. 

Dalam kurun Desember 2024 hingga Desember 2025, Ade disebut rutin meminta ijon proyek melalui perantara ayahnya dan pihak lain.

Total ijon yang diberikan Sarjan kepada Ade bersama HM Kunang mencapai Rp9,5 miliar yang diserahkan dalam empat tahap. Selain itu, sepanjang 2025, Ade juga diduga menerima dana lain dari sejumlah pihak dengan total Rp4,7 miliar, sehingga total penerimaan mencapai Rp14,2 miliar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya