Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam diskusi Executive Breakfast Meeting bertajuk "Riah Riuh Komunikasi" di Jakarta Selatan (Foto: Istimewa)

Politik

Prinsip Komunikasi Pramono Anung: Dialog Transparan Tanpa Bantuan Buzzer

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa komunikasi publik di bawah kepemimpinannya mengedepankan ruang dialog intensif ketimbang sekadar ajang publikasi. 

Ia berkomitmen menjalankan pemerintahan yang transparan agar warga dapat melihat kinerja Pemda secara nyata tanpa polesan tim siber atau buzzer.

Dalam diskusi Executive Breakfast Meeting bertajuk "Riah Riuh Komunikasi" di Jakarta Selatan, baru-baru ini, Pramono menekankan pentingnya kejujuran dalam birokrasi.


"Terutama bagi pejabat, komunikasi itu jangan dianggap sebagai publikasi saja, komunikasi itu harus menjadi ruang dialog yang terbuka dengan orang dalam," ujarnya, dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026.

Bagi Pramono, konsistensi adalah kunci. Ia tidak ingin ada perbedaan antara apa yang disampaikan ke publik dengan kondisi di balik layar.

"Komunikasi itu kan pilihan, memiliki ruang depan dan belakang, buat saya antara ruang depan dan belakang itu harus sama dan itu yang saya lakukan saat memimpin Jakarta saat ini," katanya.

Atas dasar prinsip tersebut, ia secara tegas menolak penggunaan jasa buzzer untuk membangun opini atau sekadar menambah jumlah pengikut di media sosial. 

Ia lebih memilih cara yang natural, yang terbukti mampu mendongkrak elektabilitasnya dari 0,1 persen hingga mencapai 50,07 persen.

”Ada yang menyarankan, saya menolak. Biarkan saya seperti ini saja,” tegas Pramono.

Ia juga menyatakan keterbukaannya terhadap masukan negatif dari warga, termasuk kritik terkait penanganan banjir.

“Ya saya juga tidak anti kritik, saat banjir saja saya malah urus The Jak, ini pasti ada kritik. Tidak apa, tetapi saya juga terus bekerja mengeruk kali,” terangnya. 

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pakar yang membedah makna komunikasi dari berbagai sisi, seperti Hendri Satrio, atau Hena, analis politik yang menjelaskan bahwa buku Riah Riuh Komunikasi merangkum dinamika komunikasi di Indonesia sejak kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Semua dalam buku ini membahas sudut pandang saya melihat beberapa hal di Indonesia dari sisi komunikasi, dan pada akhirnya sepakat kita bahas di sini untuk mengawali EBM IKA Fikom Unpad di tahun 2026," kata Hensa.

Rocky Gerung, yang juga hadir sebagai pembicara pada acara ini memberikan pandangan lain soal komunikasi. Menurutnya, komunikasi harusnya menjadi cara untuk berargumen dan menyamakan pendapat, terutama dalam bernegara.

"Komunikasi kan artinya mengaktifkan reason untuk memperoleh kesamaan argumentasi," kata Rocky.

Sementara Sabrang Mowo Damar Panuluh, tenaga ahli Kementerian Pertahanan menekankan bahwa komunikasi harus berbasis fakta, meski tidak bisa menyenangkan semua orang.

"Komunikasi memang bukan alat untuk memuaskan semua pihak... utilitas utamanya kan menyampaikan informasi satu sama sama lain," jelas Sabrang.

Penulis Maman Suherman berpendapat, komunikasi seharusnya menjadi alat bagi satu pihak untuk mendengar lebih dalam ke pihak-pihak yang selama ini tidak terdengar suaranya.

"Komunikasi harus mulai mendengar yang tidak viral, karena kalau hanya ikut yang viral akan selamanya kita hanya mengikuti tren-tren di media sosial," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya