Berita

Mentan Andi Amran Sulaiman (Foto: RMOL Jateng)

Nusantara

Strategi Mentan Amran: Pemerintah Bayar Upah Harian untuk Petani Perbaiki Lahan Sendiri

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah melakukan terobosan dalam memulihkan sektor pertanian pasca-bencana di Sumatera. 

Alih-alih hanya memberikan bantuan material, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan skema Padat Karya yang unik: Petani dibayar untuk memperbaiki sawah mereka sendiri.

Kebijakan yang menyasar Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini bertujuan memastikan produksi pangan nasional tidak terhenti sekaligus menjaga dapur petani tetap mengepul selama masa sulit.


"Melalui skema ini, petani tidak hanya memulihkan lahan pertanian, tetapi juga memperoleh pendapatan selama proses pemulihan berlangsung," kata Mentan Amran dalam keterangannya yang dikutip Sabtu 17 Januari 2026.

Konsep ini memutus pola bantuan konvensional. Melalui skema ini, pemilik lahan dilibatkan langsung dalam proses rehabilitasi. Sawah yang rusak diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat.

"Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat. Ini perintah langsung Bapak Presiden,” tegas Mentan. 

Untuk kerusakan ringan hingga sedang, Mentan menargetkan pemulihan selesai dalam maksimal tiga bulan.

"Ini perintah langsung Bapak Presiden. Saudara kita punya pendapatan dari bekerja di sawahnya sendiri, sementara benih dan infrastrukturnya kita bantu gratis," tegasnya.

Langkah ini bukan proyek kecil. Di Aceh saja, pemerintah menargetkan rehabilitasi 10.000 hektare lahan yang diprediksi akan menyerap hingga 200.000 Hari Orang Kerja (HOK). Artinya, ada perputaran ekonomi yang masif langsung ke kantong masyarakat desa.

Berdasarkan data Kementan, total lahan terdampak di tiga provinsi mencapai 98.002 hektare. Berikut sebarannya:

- Aceh: 54.233 hektare (21 kabupaten/kota), menjadi wilayah terdampak paling luas
- Sumatera Utara: 37.318 hektare (15 kabupaten/kota)
- Sumatera Barat:  6.451 hektare (14 kabupaten/kota).

Kementan memprioritaskan 69.240 hektare lahan berkategori rusak ringan dan sedang untuk dikerjakan pada periode Januari-Februari 2026.

“Kami selesaikan dulu 90 sampai 95 persen yang kerusakannya ringan dan sedang agar petani bisa segera kembali menanam,” tambah Amran.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya