Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bebas Antidumping, Ekspor Baja Indonesia ke Turki Terbuka Lebar

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 07:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri baja nirkarat nasional mengamankan posisi strategis di pasar global setelah Pemerintah Turki resmi menghentikan penyelidikan antidumping terhadap produk Cold-Rolled Stainless Steel Flat (CRSS) asal Indonesia. 

Keputusan yang diumumkan pada 27 Desember 2025 tersebut memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia terlepas dari ancaman Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD), sebuah langkah yang memperkuat kepastian hukum bagi para eksportir nasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso atau Busan, menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar kemenangan teknis, melainkan cerminan dari daya saing industri dalam negeri yang semakin tangguh. 


Ia menegaskan bahwa hasil penyelidikan ini membuktikan produk Indonesia diperdagangkan secara adil (fair trade) dan memenuhi standar internasional. Kemenangan ini diharapkan menjadi katalisator bagi perluasan penetrasi pasar, tidak hanya di Turki tetapi juga merambah ke kawasan sekitarnya.

"Kami bersyukur hasil penyelidikan ini berpihak pada Indonesia dan membuktikan bahwa produk baja nirkarat nasional diperdagangkan secara adil. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang peningkatan ekspor baja nirkarat ke Turki dan kawasan sekitarnya," ujar Busan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip redaksi Sabtu 17 Januari 2026. 

Keberhasilan diplomasi ini juga berakar pada transparansi dan soliditas antara pemerintah dan sektor swasta. 

Pelaksana Tugas Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Tommy Andana, mengapresiasi produsen baja nasional yang sangat kooperatif dalam menyajikan data akurat selama proses audit. Menurutnya, tata kelola industri yang baik menjadi kunci utama dalam mematahkan tuduhan praktik dagang tidak sehat di panggung global.

Keputusan ini memiliki dampak ekonomi yang sangat signifikan mengingat kinerja ekspor CRSS Indonesia ke Turki tengah mengalami lonjakan luar biasa. 

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, nilai ekspor tercatat melesat tajam dari 21,9 juta Dolar pada tahun 2020 menjadi 108,6 juta Dolar AS pada penutupan tahun 2024. 

Meskipun tantangan global tetap ada, tren positif ini terus berlanjut hingga kuartal III tahun 2025 dengan nilai ekspor yang sudah menyentuh angka 66,2 juta Dolar AS. 

Dengan dihapuskannya hambatan perdagangan ini, Indonesia kini memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk mendominasi rantai pasok baja di wilayah Eurasia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya