Berita

Buku Darurat dari Pemerintah Belanda. (Foto: Net)

Politik

WNI Cerita Terima Buku Darurat dari Pemerintah Belanda

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 21:06 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Belanda membagikan pengalaman menerima buku panduan keadaan darurat dari pemerintah.

Buku tersebut berisi imbauan agar warga mampu bertahan hidup secara mandiri selama 72 jam.

Salah satu WNI yang membagikan pengalamannya adalah akun TikTok @supirsantun. Ia menyebut menerima dokumen resmi dari Kementerian Kehakiman dan Keamanan Belanda berupa formulir pendataan keluarga serta buku panduan bertajuk Bersiap Menghadapi Keadaan Darurat.


Dalam buku tersebut, dijelaskan potensi situasi krisis yang dapat terjadi di Belanda dan langkah-langkah persiapan dasar, termasuk kebutuhan makanan, air, dan ketiadaan listrik maupun layanan publik pada fase awal keadaan darurat.

"Diimbau untuk membeli cadangan seperti makanan, air dan lain sebagainya. Jika tidak ada listrik berarti tidak ada lampu, tidak ada pembayaran, tidak ada supermarket yang buka dan diimbaunya adalah 72 jam harus bisa survive sendiri," ujarnya, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.

Ia juga menyinggung keterbatasan aparat dalam kondisi krisis. 

Selain itu, akun @surianahsamsun juga membagikan pengalaman serupa. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan imbauan kesiapsiagaan mengingat konflik geopolitik yang memanas.

"Demikian banyak yang panik dan nanya Belanda mau kenapa? Ada apa? Akan terjadi sesuatukah? Sebenarnya buku ini lebih ke kampanye ke persiapan karena dunia sudah enggak pasti." ujarnya.

Hingga kini, distribusi buku ini masih memunculkan spekulasi publik. 

Meski Belanda termasuk negara paling aman di dunia, banyak pihak mengaitkan langkah ini dengan dinamika politik Uni Eropa dan konflik Rusia–Ukraina, hingga kontroversi AS.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya