Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani (Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Danantara Matangkan Rencana Masuk ke Industri Tekstil

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah melalui Danantara Indonesia saat ini tengah mendalami wacana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus bergerak di sektor tekstil. Meski demikian, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap evaluasi mendalam dan belum mencapai keputusan final.

“Kami masih melihat opsi-opsinya,” ujar Rosan saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis 15 Januari 2026. 

Rosan memaparkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai skema, mulai dari mendirikan perusahaan negara yang sepenuhnya baru hingga memberdayakan BUMN yang sudah ada untuk merambah industri tekstil. Ia menjamin bahwa setiap langkah investasi akan didasarkan pada studi kelayakan (feasibility study) dan asesmen yang sangat teliti.


“Kami memiliki kriteria dan parameter yang harus dipenuhi. Salah satu pertimbangan penting adalah dampak terhadap penciptaan lapangan pekerjaan,” kata Rosan.

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa Danantara tidak hanya mengejar keuntungan semata (return) dalam mengkaji proyek ini. Efek domino bagi ekonomi kerakyatan, khususnya kapasitas penyerapan tenaga kerja yang besar di industri tekstil, menjadi poin krusial dalam penilaian mereka.

“Sektor tekstil memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan pekerjaan. Itu menjadi salah satu pertimbangan utama kami,” ujarnya.

Pendekatan ini juga selaras dengan strategi Danantara dalam memulihkan BUMN bermasalah. Rosan menjelaskan bahwa perbaikan perusahaan tidak cuma soal suntikan modal, tapi juga mencakup keberlanjutan bisnis, akses pasar, hingga jaminan pembeli (off-taker).

“Terutama jika aset tersebut sudah masuk kategori distressed asset, kami akan melihat apakah perusahaan masih memiliki potensi untuk dilakukan turnaround melalui restrukturisasi yang maksimal,” kata Rosan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya