Berita

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 10:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ribuan rektor dan guru besar perguruan tinggi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis pagi, 15 Januari 2026, digelar secara tertutup. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pertemuan tersebut digelar tertutup karena Presiden ingin berdiskusi langsung dan mendalam dengan para guru besar mengenai berbagai isu penting.

“Tapi mohon maaf mungkin kali ini memang agendanya tertutup karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis Bapak Presiden dan para guru besar,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Kamis, 15 Januari 2026.


Presiden dilaporkan mengundang sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk berdialog langsung di Istana. 

Undangan tersebut merupakan bagian dari upaya Kepala Negara menjalin komunikasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pendidikan tinggi.

“Kurang lebih 1.200 guru besar yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden. Betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu fondasi dan faktor kunci,” ungkapnya kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden disebut akan menyoroti sejumlah isu konkret, salah satunya persoalan krusial di sektor kesehatan dan pendidikan tinggi. 

Kemudian juga akan dibahas upaya peningkatan kualitas universitas, mulai dari kualitas dosen, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga persoalan beban operasional perguruan tinggi.

“Karena kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi, kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan salah satunya ya melalui pendidikan di tingkat universitas,” pungkas Mensesneg.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya