Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Global

Iran Tuding AS-Israel Tunggangi Protes Ekonomi hingga Picu Kerusuhan

RABU, 14 JANUARI 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik meningkatnya aksi kekerasan dan destabilisasi sosial yang terjadi di tengah unjuk rasa ekonomi di Teheran. 

Tuduhan tersebut disampaikan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta dalam siaran pers resmi pada Rabu, 14 Januari 2026.

Menurut Kedubes Iran, unjuk rasa yang terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025, awalnya merupakan demonstrasi damai yang dipicu persoalan ekonomi, khususnya fluktuasi nilai tukar mata uang yang berdampak pada dunia usaha dan daya beli masyarakat. 


Aksi tersebut disebut berorientasi pada tuntutan stabilitas pasar dan berlangsung tanpa mengganggu ketertiban umum.

Namun demikian, Iran menilai aksi damai tersebut kemudian disusupi oleh elemen kecil yang melakukan kekerasan secara terorganisir. 

“Dalam beberapa kasus, unjuk rasa damai telah disalahgunakan secara sengaja oleh sejumlah kecil elemen kekerasan yang berafiliasi terhadap gerakan yang disetir dari luar,” demikian pernyataan Kedubes Iran.

Iran secara tegas menuding keterlibatan aktor asing, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, dalam memprovokasi situasi tersebut. 

Kedubes Iran menyebut pernyataan dan sikap terbuka pejabat kedua pihak telah mendorong eskalasi kekerasan. 

“Pernyataan dan sikap yang eksplisit dan intervensionis dari para pejabat kedua pihak ini mengandung provokasi untuk melakukan kekerasan, hasutan untuk menimbulkan kerusuhan,” tegasnya.

Iran menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB terutama terkait kedaulatan negara dan larangan intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain.

Lebih lanjut, Iran menegaskan bahwa setiap bentuk hasutan, dukungan, atau fasilitasi tindakan subversif di dalam negara berdaulat dapat menimbulkan tanggung jawab hukum internasional bagi negara yang terlibat. 

Iran juga menolak keras upaya eksploitasi tuntutan ekonomi rakyatnya sebagai dalih tekanan politik, perang psikologis, maupun ancaman militer.

"Upaya untuk mengeksploitasi tuntutan ekonomi rakyat Iran sebagai dalih untuk memberikan tekanan politik, perang psikologis, atau bahkan ancaman militer merupakan pelanggaran nyata terhadap kemerdekaan dan integritas teritorial Republik Islam Iran," tegas pernyataan itu.

Meski diwarnai insiden kekerasan, Iran mengeklaim aparat penegak hukum bertindak dengan menahan diri dan sesuai prinsip proporsionalitas demi menjaga keamanan publik. 

"Aparat penegak hukum Republik Islam Iran telah bertindak dengan menahan diri dan dalam kerangka hukum, serta sesuai dengan prinsip-prinsip urgensitas dan proporsionalitas untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik," tegasnya.

Pemerintah Iran juga disebut telah menyiapkan langkah-langkah konkret, termasuk paket bantuan mendesak dan dialog dengan serikat pekerja, untuk merespons akar persoalan ekonomi yang memicu protes.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya