Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Bitcoin Turun di Hari Pertama 2026

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 14:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mengawali hari pertama tahun 2026, harga Bitcoin terpantau turun sekitar 1,03 persen ke level 87.502 Dolar AS, lebih lemah dibandingkan kinerja pasar kripto secara keseluruhan yang turun 0,73 persen.

Pelemahan ini sejalan dengan munculnya sinyal teknikal yang cenderung bearish, serta arus keluar dana dari investor institusional melalui produk ETF. Meski demikian, tekanan penurunan sedikit tertahan oleh langkah Tether yang mengakumulasi Bitcoin senilai 778 juta Dolar AS.

Dikutip dari CoinMarketCap pada Kamis, 1 Januari 2026, tekanan terbesar datang dari sisi institusional. Pada 31 Desember, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih sebesar 348,34 juta Dolar AS, menjadi yang terbesar dalam dua bulan terakhir.


Arus keluar tersebut dipimpin oleh BlackRock sebesar 99,3 juta Dolar AS dan Grayscale sebesar 69,1 juta Dolar AS. Hal ini mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor besar terhadap pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Di sisi lain, perdebatan mengenai posisi Bitcoin dalam siklus pasar semakin menguat. Sejumlah analis pesimistis menilai penurunan Bitcoin sekitar 20,75 persen dalam 60 hari terakhir sebagai konfirmasi bahwa pasar telah memasuki fase bearish.

Namun, kelompok yang lebih optimistis berpendapat bahwa belum munculnya “musim altcoin” justru menandakan siklus bullish Bitcoin belum benar-benar berakhir. Dari sudut pandang teknikal, Bitcoin gagal mempertahankan level Fibonacci retracement 23,6% di 92.202 Dolar AS dan kini bergerak di bawah rata-rata pergerakan 30 hari (SMA) di 89.013 Dolar AS.

Bagi pelaku pasar, perhatian kini tertuju pada level pivot 87.906 Dolar AS. Jika harga menembus dan bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan lanjutan dapat mengarah ke level Fibonacci 38,2% di sekitar 90.718 Dolar AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya