Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Kian Melemah di Pengujung Tahun

RABU, 24 DESEMBER 2025 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meski ekonomi Amerika Serikat dilaporkan tumbuh lebih kuat dari perkiraan, Indeks Dolar (DXY) justru tetap tertekan. 

Pada penutupan perdagangan Selasa 23 Desember 2025, DXY merosot 0,2 persen ke level 98,02, mencatatkan kinerja tahunan terburuk dalam tujuh tahun terakhir dengan total penurunan sekitar 9,6 persen.

Secara mengejutkan, PDB Amerika Serikat tumbuh pesat di angka 4,3 persen, jauh melampaui prediksi para ekonom. Namun, data positif ini gagal menyelamatkan Dolar. Pasar lebih fokus pada prediksi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mulai memangkas suku bunga tahun depan seiring memburuknya kepercayaan konsumen dan kondisi pasar tenaga kerja.


Dolar melemah 0,5 persen terhadap Yen ke posisi 156,26. Yen sempat menguat tajam setelah Menteri Keuangan Jepang memberi sinyal siap melakukan intervensi pasar.

Mata uang Eropa, Euro, menguat 0,2 persen terhadap Dolar AS di level 1,1779 Dolar AS. Poundsterling pun Ikut menekan Dolar dengan naik ke level 1,3483 Dolar AS, posisi tertingginya dalam 12 pekan terakhir.

Para analis menilai pelemahan dolar tahun ini bukan fenomena sementara. 

"Dolar berpotensi bergerak lebih rendah di awal tahun depan karena The Fed sulit mengabaikan pelemahan pasar tenaga kerja," ujar Erik Bregar, Direktur Silver Gold Bull. 

Investor kini memprediksi The Fed akan menahan bunga di Januari dan baru akan mulai melakukan pelonggaran kebijakan pada pertengahan tahun depan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya