Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memamerkan topi bertuliskan 8%. (Foto: Instagram @menkeuri)

Bisnis

Ekonomi Melambat Era Sri Mulyani Biang Kerok Setoran Pajak Jeblok

SABTU, 20 DESEMBER 2025 | 00:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui realisasi penerimaan pajak hingga November 2025 masih jauh dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. 

Hingga periode tersebut, penerimaan pajak baru mencapai Rp1.634,43 triliun atau setara 78,7 persen dari target, sehingga berpotensi terjadinya shortfall atau tak capai target.

Purbaya menilai, lemahnya kinerja penerimaan pajak tidak terlepas dari tekanan ekonomi yang terjadi sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Perlambatan ekonomi pada periode tersebut berdampak langsung terhadap basis pemajakan dan aktivitas ekonomi nasional.


Saat kondisi ekonomi melambat pada triwulan I hingga Agustus 2025, jabatan Menteri Keuangan masih dipegang Sri Mulyani Indrawati, sebelum kemudian diserahkan kepada Purbaya pada 3 September 2025.

“Nah itu waktu ekonomi melambat, triwulan 1 sampai bulan Agustus, kenapa anda nggak protes? Ketika ekonomi melambat, pasti itu otomatis risiko itu ada,” kata Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025.

Ia menegaskan, penurunan penerimaan pajak merupakan konsekuensi yang sulit dihindari di tengah perlambatan ekonomi. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memperbaiki kinerja pemungutan pajak, termasuk melalui optimalisasi penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai.

“Tapi kita kendalikan semuanya, kita perbaikin pengumpulan pajak, Bea Cukai dan lain-lain, yang ada hasilnya sedikit tahun ini, apalagi kita bisa kendalikan defisitnya,” tuturnya.

Purbaya memastikan defisit APBN 2025 tetap dijaga agar tidak melampaui batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) sebagaimana diatur dalam undang-undang. 

Namun demikian, ia menegaskan tidak ada ruang untuk menarik penerimaan pajak dalam jumlah besar dalam waktu dekat guna menutup potensi shortfall.

“Nggak ada setahu saya. Biasa-biasa aja penarikannya,” terangnya.

Ke depan, Purbaya optimistis kondisi fiskal akan membaik seiring dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada tahun mendatang.

“Yang jelas tahun depan semuanya akan lebih baik lagi. Apalagi saya akan dorong ekonomi tumbuh menuju ke 6 persen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari sisi bulanan, pajak neto pada November 2025 tercatat tumbuh 2,5 persen secara month to month (mtm), membaik dibandingkan Oktober yang hanya tumbuh 0,7 persen dan Agustus yang sempat mencatat kontraksi.

Namun secara tahunan, sejumlah jenis pajak masih mengalami tekanan. Realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM mencapai Rp660,77 triliun pada November 2025, atau turun 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara neto tercatat Rp263,58 triliun atau terkontraksi 9,0 persen. PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 juga mengalami penurunan dengan realisasi Rp216,31 triliun atau turun 7,8 persen.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya