Berita

Banjir Sri Lanka. (Foto: AP)

Dunia

Banjir Sri Lanka: 214 Orang Masih Belum Ditemukan

SABTU, 06 DESEMBER 2025 | 18:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor yang melanda Sri Lanka tercatat mencapai 607 orang hingga Jumat 5 Desember 2025 malam waktu setempat.

Mengutip AFP, sebanyak 214 orang masih belum ditemukan. Sementara itu, lebih dari 2 juta penduduk kini terdampak langsung oleh rangkaian bencana hidrometeorologis tersebut.

Organisasi Penelitian Bangunan Nasional (NBRO) memperingatkan bahwa situasi berpotensi memburuk. Curah hujan ekstrem diprediksi masih mengguyur wilayah perbukitan dan dapat mempertinggi risiko tanah longsor.


"Karena curah hujan dalam 24 jam terakhir telah melebihi 150 milimeter, jika hujan terus berlanjut, segera evakuasi ke lokasi aman untuk menghindari risiko tanah longsor," tulis NBRO dalam pernyataannya pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Banjir besar yang terjadi kali ini dipicu kedatangan hujan monsun. Meski sebagian wilayah yang terdampak pada pekan lalu mulai surut, intensitas hujan yang kembali meningkat menimbulkan ancaman baru.

Sri Lanka sebelumnya juga baru dihantam siklon Ditwah pada akhir November. Presiden Anura Kumara Dissanayake sempat menetapkan status darurat pada untuk membuka pintu bantuan internasional.

Rangkaian bencana ini disebut sebagai yang paling mematikan sejak 2017, ketika banjir dan longsor menewaskan lebih dari 200 orang di negara tersebut.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya