Berita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar. (Foto: RMOL/Ahmad Alfian)

Politik

Paradigma Pembiayaan Baru Kunci Efektivitas Program Pemberdayaan Masyarakat

SENIN, 24 NOVEMBER 2025 | 12:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) menggelar Talkshow Skema Financing untuk Pemberdayaan Masyarakat, Senin, 24 November 2025.

Forum yang dihadiri langsung Menko PM Muhaimin Iskandar serta para narasumber yakni Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muchamad Naser, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani, Arief Mulyadi, VP Stakeholder Management PT Bank Syariah Indonesia, Greget Kalla Buana membahas arah baru pembangunan berbasis pemberdayaan.

Cak Imin dalam sambutannya menegaskan pemerintah tengah mendorong perubahan paradigma pembangunan agar setiap rupiah APBN dan setiap kebijakan memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat, bukan sekadar intervensi sesaat.


“Paradigma pembangunan baru ini berbasis pada keinginan agar setiap rupiah yang ada di APBN keluar, atau setiap kebijakan baik pemerintah maupun swasta, berdampak kepada jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, paradigma tersebut telah mulai mengubah pola pikir baik di tingkat nasional maupun daerah selama satu tahun terakhir. 

Kini Kemenko PM memasuki tahap berikutnya, yakni memperkuat aspek pembiayaan dalam proses pemberdayaan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan pola baru pembiayaan APBN yang lebih efektif melalui pelatihan peningkatan kapasitas warga, bukan sekadar penyaluran bantuan sosial.

“Pembiayaan melalui APBN untuk melatih kapasitas warga jauh lebih efektif, berjangka panjang dan menengah, dibanding berbasis bantuan sosial,” tutur Muhaimin.

Salah satu yang kini tengah digarap adalah program pelatihan cepat untuk kelompok masyarakat kelas menengah bawah. Dengan model pelatihan terstruktur dan penempatan kerja yang lebih cepat, pemerintah menilai program itu dapat berdampak langsung terhadap pengurangan beban APBN.

Cak Imin lantas mengajak seluruh pihak untuk memikirkan lebih detail skema pembiayaan baru, sebab terdapat banyak sumber anggaran di luar APBN yang dapat dimaksimalkan.

Ketua Umum PKB itu menyinggung strategi ekonomi nasional yang baru diluncurkan, menyoroti kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen yang stabil selama bertahun-tahun belum secara signifikan mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil.

“Pertumbuhan ini positif secara makro, tapi secara mikro tidak memiliki dampak signifikan bagi kesejahteraan,” ucapnya.

Banyak pekerja informal, lanjutnya, tidak mendapatkan hak-hak sebagai pekerja sesungguhnya. Karena itu, pemerintah mendorong mereka naik kelas menuju pekerjaan formal melalui perencanaan pendidikan dan vokasi yang lebih serius.

“Bangsa kita tidak memiliki strategi vokasi yang tepat. Bahkan membahas saja tidak. Setahun terakhir ini barulah ada diskusi vokasi di pemerintah. Ini fakta agar kita belajar,” tegasnya.

Menurutnya, perencanaan pendidikan harus menyatu dengan perencanaan pembiayaan. Hal itu terutama penting di jenjang sekolah menengah atas, untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Tujuan akhirnya jelas mengurangi jumlah pengangguran terselubung yang selama ini menjadi persoalan serius dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain.

“Pendidikan kita harus tidak lagi menghasilkan pengangguran terselubung, yang jumlahnya besar. Pengangguran terselubung ini adalah penyakit setiap rezim pemerintahan, kata Pak Presiden,” tutupnya.


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya