Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Bangkit Setelah Aksi Jual Tajam

KAMIS, 06 NOVEMBER 2025 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Wall Street  bangkit lagi, menandai rebound setelah aksi jual tajam, seiring meredanya kekhawatiran atas valuasi tinggi saham teknologi. 

Tiga indeks utama Wall Street kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu 5 November 2025, dengan saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) memimpin keperkasaan.

Dow Jones Industrial Average naik 225,76 poin atau 0,48 persen ke 47.311,00
S&P 500 bertambah 24,74 poin atau 0,37 persen menjadi 6.796,29

S&P 500 bertambah 24,74 poin atau 0,37 persen menjadi 6.796,29
Nasdaq Composite menguat 151,16 poin  atau 0,65 persen ke 23.499,80.

Saham teknologi dan emiten terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi motor penguatan pasar. Namun, reli sempat tertahan setelah CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan bahwa harga aset saat ini sudah cukup tinggi dan masih berisiko terkoreksi.

Dalam beberapa bulan terakhir, saham-saham teknologi mendorong indeks utama mencetak rekor baru. Namun lonjakan harga itu juga memicu kekhawatiran akan valuasi berlebihan, sehingga beberapa eksekutif Wall Street memberi peringatan. Kekhawatiran tersebut memuncak pada Selasa lalu, ketika S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian terbesar sejak 10 Oktober.

Meski demikian, banyak investor menilai aksi jual itu hanyalah bentuk pengambilan keuntungan yang sehat.

“Kekhawatiran terhadap valuasi masuk akal. Koreksi jangka pendek 10–15 persen bisa saja terjadi, tapi banyak investor percaya hal itu hanya sementara. Karena itu mereka memilih untuk buy the dip,” ujar Oliver Pursche, Senior Vice President Wealthspire Advisors, New York, dikutip dari Reuters.

Dari sisi geopolitik, Mahkamah Agung AS menimbulkan ketidakpastian baru setelah mempertanyakan legalitas tarif impor era Presiden Donald Trump. Keputusan ini berpotensi berdampak luas pada perdagangan global. Menanggapi hal itu, Beijing mengumumkan pencabutan sebagian tarif balasan terhadap produk Amerika, namun tetap mempertahankan bea 10 persen pada sejumlah impor. Tarif untuk impor kedelai AS masih berada di level 13 persen.

Laporan ADP menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah 42.000 lapangan kerja sepanjang Oktober, melebihi ekspektasi. Namun, beberapa sektor masih memangkas tenaga kerja, menandakan pelemahan pasar kerja. 

Musim laporan keuangan kuartal III masih berlangsung dengan hasil yang umumnya positif. Dari 379 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja, 83 persen melampaui ekspektasi analis, menurut data LSEG.

Saham McDonald’s naik 2,2 persen, didorong peningkatan penjualan berkat promosi menu terjangkau. Saham Match Group (Tinder) naik 5,2 persen, meski proyeksi pendapatan kuartal IV di bawah ekspektasi. Saham Amgen juga melonjak 7,8 persen usai membukukan laba di atas perkiraan.  Sementara saham Cank of America turun 2,0 persen, Humana juga anjlok 6,0 persen.

Jumlah saham yang naik melebihi yang turun dengan rasio 2,09 banding 1 di NYSE . Terdapat 134 titik tertinggi baru dan 120 titik terendah baru di NYSE . Total volume transaksi mencapai 19,17 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir -- 20,96 miliar saham.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya