Berita

Audiensi Komunitas Muda Madura (Kamura) dengan kepala daerah di Madura terkait sosialisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. (Foto: Dokumentasi Kamura)

Bisnis

Fondasi Ilmiah KEK Tembakau Didukung Seluruh Kepala Daerah Madura

RABU, 05 NOVEMBER 2025 | 21:01 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komunitas Muda Madura (Kamura) tengah merumuskan naskah akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura sebagai landasan ilmiah dan strategis dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi Madura berbasis industri tembakau rakyat

Langkah ini disambut positif oleh para kepala daerah di empat kabupaten Madura yakini Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Mereka menilai inisiatif tersebut sebagai arah baru pembangunan ekonomi Madura dari desa, oleh rakyat, dan untuk kesejahteraan petani.

Ketua Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa proses penyusunan ini dilakukan secara ilmiah dan partisipatif.


“Kami melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif, turun langsung ke lapangan, mewawancarai petani, pemilik pabrik, pedagang, dan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya satu: membangun peta jalan ekonomi Madura yang berbasis keadilan, data, dan pengalaman hidup masyarakat sendiri,” ujar Subairi Muzakki dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 5 November 2025.

Menurutnya, tim riset Kamura telah menyelesaikan survei kepada ratusan petani di empat kabupaten, melakukan in-depth interview dengan pedagang, tengkulak, dan pelaku usaha rokok rakyat.

“Melalui penelitian ini, Kamura berupaya menghadirkan basis ilmiah dan moral bagi kebijakan pembangunan ekonomi Madura yang adil dan berkelanjutan, di mana tembakau diposisikan bukan sekadar komoditas fiskal, tetapi sebagai basis kemandirian, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan petani,” katanya.
 
Semua Kepala Daerah Mendukung

Langkah tersebut mendapat dukungan dari semua kepala daerah di empat kabupaten Madura. Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo saat audiensi dengan tim Kamura tegas menyatakan dukungan daerah terhadap gagasan besar ini. Dalam pertemuan di Rumah Dinas Bupati itu, Fauzi menegaskan pentingnya memperbaiki tata kelola ekonomi petani tembakau.

“Kami berterima kasih atas kehadiran teman-teman Kamura yang punya semangat dan pikiran ke depan terkait masa depan Madura. Tahun 2021 saya dilantik, saya langsung melihat nasib petani kita. Pertanian tembakau sangat miris. Jumlah mereka banyak, tapi justru jadi penyumbang tertinggi angka kemiskinan. Maka, gagasan KEK Tembakau ini saya dukung penuh karena bisa mengubah nasib mereka,” ujar Bupati Fauzi.

Menurutnya, penguatan industri tembakau rakyat di Madura akan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi desa.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman menegaskan bahwa keberadaan KEK Tembakau adalah langkah penting untuk mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap pertanian tembakau.

“Selama ini, tembakau seolah menjadi komoditas yang dilihat sebelah mata, padahal inilah nadi ekonomi Madura. Kalau KEK Tembakau terbentuk, maka industri rakyat akan hidup, harga akan stabil, dan petani akan mendapatkan posisi tawar yang adil,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk memastikan bahwa kebijakan cukai dan investasi berpihak pada petani, bukan hanya pada industri besar.

Dukungan serupa datang dari Bupati Bangkalan, yang melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis memperkuat rantai industri dari hulu ke hilir.

“Kami melihat potensi besar di sektor tembakau. Kalau ini dikelola dengan pendekatan kawasan ekonomi khusus, maka Bangkalan bisa jadi simpul industri pengolahan dan distribusi. Tidak hanya ekonomi, tapi juga efek sosialnya akan luar biasa bagi masyarakat,” jelasnya.

Di Kabupaten Sampang, audiensi dilakukan bersama Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas riset Kamura dan menggarisbawahi pentingnya reformasi tata niaga tembakau.

“Selama ini, petani sering jadi pihak yang paling lemah dalam rantai niaga. Gagasan KEK Tembakau ini membuka ruang bagi reformasi ekonomi rakyat di Madura. Kami akan dukung karena ini menyentuh langsung akar masalah kemiskinan,” tegasnya.
 
Konsolidasi Ilmiah dan Politik Kebijakan

Sebagai kelanjutan dari riset dan audiensi, Kamura akan menggelar Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura pada Selasa, 11 November 2025 di UIN Sunan Ampel Surabaya.

Acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, para ekonom, akademisi, pelaku usaha, asosiasi petani, dan tokoh masyarakat Madura. FGD Surabaya merupakan forum pembuka dari lima rangkaian kegiatan serupa yang akan digelar di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

“Forum ini akan menjadi wadah sinkronisasi kebijakan antar-daerah, menguji temuan lapangan, dan menyatukan arah antara pemerintah, petani, dan dunia usaha. Kami ingin hasil penelitian ini tidak berhenti di meja akademik, tapi benar-benar menjadi dasar kebijakan pembangunan ekonomi Madura ke depan,” jelas Subairi.

Kamura merupakan jaringan riset dan advokasi kebijakan yang beranggotakan akademisi, aktivis muda, dan praktisi kebijakan publik. Melalui riset lapangan, audiensi lintas kabupaten, dan diskusi kebijakan, Kamura berupaya mendorong KEK Tembakau Madura menjadi pilot project kawasan ekonomi berbasis komoditas rakyat yang menggabungkan sektor industri, pertanian, dan sosial-ekonomi lokal.

“KEK Tembakau bukan sekadar proyek ekonomi, tapi gerakan peradaban. Ini tentang mengembalikan martabat petani dan menjadikan Madura berdiri di atas kakinya sendiri,” pungkas Subairi Muzakki.


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya