Berita

Peluncuran buku ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu’ti’ di Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Nusantara

Buku Pokok Pikiran Abdul Mu’ti jadi Inspirasi Bagi Pendidikan Berkeadilan

RABU, 29 OKTOBER 2025 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Buku ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu’ti’ resmi diluncurkan Penerbit Buku Kompas di Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. 

Peluncuran buku ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pakar, akademisi, praktisi, penerima manfaat kebijakan, hingga tokoh-tokoh nasional yang memberikan refleksi sekaligus ulasan terhadap satu tahun kepemimpinan Abdul Mu’ti di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa ini merupakan hari yang bahagia bagi keluarga besar Muhammadiyah, karena Sekretaris Umumnya dan juga kader terbaik Muhammadiyah memperoleh kado istimewa berupa 16 tulisan yang spesial. 


Bagi Haedar, acara ini tidak sekadar peluncuran buku, melainkan akan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan.

“Saya tidak dan belum membaca buku ini, karena baru. Tapi Mas Mu’ti adalah buku yang saya kenal lama. Saya tahu anatomi berpikirnya dan pengalaman perjalanannya di Muhammadiyah. Maka, testimoni ini sebenarnya singkat saja bahwa ketika Mas Mu’ti diberi amanah oleh Presiden Prabowo Subianto, saya memang memiliki keyakinan yang kuat bahwa Mas Mu’ti adalah seorang expert dan orang yang tepat di tempat yang tepat,” ungkap Haedar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2025.

Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Nasional periode 2009-2014 Mohammad Nuh menilai sosok Abdul Mu’ti sebagai seorang yang pakar di bidang pendidikan. Menurutnya, urusan pendidikan tidak bisa diurus oleh orang yang hanya ingin mencoba, melainkan harus orang yang sudah memiliki kepakaran. 

“ Expert itu baru bisa didapat kalau dia punya experience. Experience itu baru bisa didapat kalau dia pernah mencoba. Eksperimen. Dari eksperimen menjadi experience. Baru expert. Expert itu orang yang tahu persoalan, tahu jawaban, dan bisa mengeksekusinya,” tuturnya.

“Ada orang yang tahu persoalan, tahu jawaban, tapi dia tidak bisa mengeksekusi. Itulah konsultan. Di dunia pendidikan kita, konsultan pendidikan banyak. Tetapi expert yang di bidang pendidikan, yang tahu persoalan, tahu jawaban, dan dia bisa mengeksekusi, sangat terbatas. Prof. Mu’ti termasuk salah satu di antara para expert itu,” imbuh Nuh.

Sebagai mitra strategis Kemendikdasmen, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian membeberkan ciri khas Abdul Mu’ti yang sudah satu tahun menahkodai kementerian yang membidangi urusan sumber daya manusia ini. Ciri khas itu, dalam pengamatan Hetifah ialah ketenangan dan jernih dan bijak.

“Walaupun tenang, itu bukan berarti lambat mengambil keputusan atau pasif. Karena, hasil-hasilnya justru sangat nyata, sangat berdampak. Sepertinya di sini memang Muhammadiyah memberikan satu kontribusi bagaimana ilmu, iman, dan amal itu ternyata betul-betul yang menjadi amal ibadahnya Pak Mu’ti. Kemudian juga jernih dan bijak dalam merespons tantangan,” bebernya.

Dengan bekal itu, sambung Hetifah, pesan-pesan dan visi misi Presiden Prabowo dapat diterjemahkan serta dilaksanakan oleh Kemendikdasmen. 

Selain itu, ia menilai orang-orang yang dipilih oleh Abdul Mu’ti sebagai timnya merupakan sebuah dream team sehingga acara peluncuran buku ini dapat terlaksana.

“Buku ini kalau menurut kami bukan sekedar kumpulan tulisan. Ketika kita betul-betul membacanya dengan cermat, saya merasa buku Pendidikan Bermutu untuk Semua ini bukan cuma refleksi dari apa yang Prof. Mu’ti sudah lakukan, tapi juga menjadi arah tentang bagaimana nanti ke depan peta jalan pendidikan kita bisa menuntun anak bangsa menuju kepada pendidikan yang memang lebih adil,” kata Hetifah.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari menyebut Abdul Mu’ti sebagai tokoh yang sangat cocok menjadi Menteri Dikdasmen. Hal ini, lanjutnya, tak bisa dilepaskan dari kiprahnya yang telah malang melintang di Muhammadiyah dan juga sebagai seorang guru besar sekaligus pendidik.

“Memang kita semua tahu bahwa Muhammadiyah itu kiprahnya dalam bidang pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Ada sangat banyak sekolah dan perguruan tinggi yang didirikan oleh Muhammadiyah dengan kualitas yang bagus. Terutama yang mendapatkan manfaat adalah warga Indonesia yang ada di berbagai penjuru Indonesia. Jadi, Muhammadiyah merupakan pelopor pendidikan Indonesia dan itu tidak terbantahkan,” ungkap Qodari.

Menurut Qodari, Presiden Prabowo ingin agar akses dan kualitas pendidikan dapat diatasi secara bersamaan tanpa perlu mendikotomikan mana hal yang mesti dibenahi terlebih dahulu: aksesnya atau kualitasnya. Ia menilai Prabowo merupakan presiden yang menginginkan agar seluruh anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan dan pendidikan yang berkualitas.

“Intinya, Pak Prabowo itu menolak tunduk. Menolak tunduk kepada dikotomi akses dan kualitas. Pak Prabowo ingin agar semua anak Indonesia punya akses pada pendidikan dengan kualitas yang sebaik-baiknya, dengan kualitas yang sama. Jadi, Pak Prabowo punya visi yang sangat lengkap mengenai pendidikan kita. Dan ujung tombak dari pelaksanaan itu adalah Prof. Abdul Mu’ti,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya