Berita

Sekretaris Fraksi PKB DPR RI Anggia Ermarini (Foto: Dok. humas Fraksi PKB)

Politik

PKB Apresiasi Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Rakyat

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 11:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menilai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Hal ini dibuktikan dengan pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

Sekretaris Fraksi PKB DPR Anggia Ermarini, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bukti komitmen kuat Presiden Prabowo untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis gotong royong, sesuai dengan amanah Pasal 33 UUD 1945.

"Pendirian koperasi desa Merah Putih ini menjadi bukti nyata jika Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Anggia, kepada wartawan, Selasa, 21 Oktober 2025.


Anggia, yang juga Ketua Komisi VI DPR RI, menyebut program Koperasi Merah Putih sebagai terobosan penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi. Koperasi, yang disebut sebagai soko guru perekonomian nasional, diharapkan dapat mengubah posisi masyarakat kecil dari sekadar konsumen menjadi pihak yang terlibat aktif dalam pengelolaan ekonomi di wilayahnya.

“Mereka biasanya hanya menjadi konsumen dari berbagai potensi ekonomi yang dikuasai oleh para pemodal besar. Dengan keberadaan koperasi merah putih kita berharap masyarakat kecil juga ikut terlibat dalam pengelolaan ekonomi di wilayah masing-masing,” ujarnya. 

Anggia menambahkan, pemerintah harus memastikan koperasi ini berfungsi sebagai unit usaha dari masyarakat, misalnya sebagai pengumpul hasil produksi (off taker)—bukan hanya menjadi pasar bagi pemodal besar.

Untuk memastikan program ini efektif dan bermanfaat nyata, PKB mendesak pemerintah agar melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan Koperasi Merah Putih. Evaluasi ini harus mencakup perizinan, tata kelola, kesehatan keuangan, serta dampak ekonomi dan sosialnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya