Berita

Ilustrasi )Foto: Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Kembali Cetak Rekor

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas di pasar spot New York melambung hampir 2 persen dan mencetak rekor tertinggi baru. 

Lonjakan harga ini karena meningkatnya permintaan aset aman yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik, serta komentar pejabat Federal Reserve (the Fed) soal perlunya pemangkasan agresif. 

Federal Reserve pekan lalu memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, pertama kali sejak Desember, dan memberi sinyal kesiapan untuk pelonggaran lebih lanjut. Gubernur The Fed, Stephen Miran, bahkan menyatakan bank sentral perlu menurunkan suku bunga secara agresif guna mengurangi risiko terhadap prospek ekonomi.


Emas spot melesat 1,7 persen ke rekor baru 3.747,08 Dolar AS per ons pada perdagangan Senin 22 September 2025 waktu setempat. Sementara emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 1,9 persen menjadi 3.775,10 Dolar AS. 

Kini, investor menantikan sejumlah pidato pejabat the Fed pekan ini, termasuk Chairman Jerome Powell, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. 

Laporan Societe Generale menunjukkan permintaan emas dari bank sentral kembali menguat ke level 63 ton, sesuai rata-rata pasca-2022, setelah sempat mengalami penurunan musiman di Inggris. Faktor ini turut memperkuat sentimen positif harga emas.

Harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak spot naik 2,1 persen menjadi 43,99 Dolar AS per ons, level tertinggi dalam lebih dari 14 tahun. Platinum naik 1 persen ke posisi 1.418,61 Dolar AS. Paladium menguat 3,3 persen menjadi 1.186,71 Dolar AS.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya