Berita

Wali Kota Prabumulih, Arlan bersama jajaran Pemkot Prabumulih saat memberikan pernyataan. (Foto: RMOLSumsel/Instagram)

Nusantara

Seorang Wali Kota Minta Maaf Gegara Viral Pemecatan Kepsek

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 23:07 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wali Kota Prabumulih Arlan melakukan klarifikasi soal isu pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Dalam sebuah video klarifikasi yang diposting melalui akun Instagram pribadinya, @cak.arlan_official, Arlan menyampaikan permintaan maaf kepada Roni maupun masyarakat atas simpang siurnya informasi yang beredar.

Didampingi sejumlah pejabat, antara lain Sekda Prabumulih Elman, Inspektur Prabumulih Indra Bangsawan, Wakil Wali Kota Frangky Nasril, serta beberapa pejabat lainnya, Arlan menegaskan bahwa kabar mengenai pencopotan dan pemindahan Roni adalah hoax.


“Saya sebagai Wali Kota Prabumulih, meminta maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Prabumulih. Masalah berita-berita yang hoax di media, yang mengatakan Pak Roni sudah diganti dan dipindahkan ke sekolah lain, itu tidak benar. Saya belum memindahkan Pak Roni,” ujar Arlan dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel, Rabu, 17 September 2025.

Menurut dia, yang sebenarnya terjadi adalah dirinya memanggil dan menegur Roni terkait adanya kasus di SMPN 1 Prabumulih yang sempat membuat sejumlah siswa tidak betah. Kasus tersebut disinyalir chat mesum salah satu guru di sekolah kepada siswi.

“Saya baru menegur Pak Roni karena di sekolah itu ada kasus yang membuat anak sekolah tidak betah di situ. Kasus ini sudah mencuat di media massa. Saya sebagai Wali Kota Prabumulih memanggil Pak Roni, menegurnya, agar jangan sampai terjadi lagi. Dan guru sekolah itu sudah dipindahkan sekitar satu minggu yang lalu,” jelasnya.

Arlan juga membantah isu lain yang menyebut pencopotan Roni dipicu oleh teguran terhadap anaknya yang membawa mobil ke sekolah.

“Terkait anak saya yang membawa mobil ke sekolah, itu adalah hoaks. Karena anak saya diantar. Kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya sebagai Wali Kota Prabumulih meminta maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah mendadak dicopot dari jabatannya.  

Beredar informasi, pencopotan Roni imbas dari aksinya yang menegur salah satu siswa yang membawa mobil ke sekolah dan diparkir di lapangan olahraga.  

Hanya saja, siswa yang ditegur merupakan anak dari salah satu oknum pejabat tinggi di Pemkot Prabumulih. Berita pencopotan Roni pun viral di media sosial setelah video perpisahan di SMPN 1 Prabumulih beredar. 

Dalam video tersebut, tampak Roni diserbu para siswa untuk bersalaman. Momen tersebut diiringi isak tangis para siswa yang seolah enggan berpisah dengan kepala sekolahnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya