Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ketegangan Geopolitik Bayangi Pasar, Dolar AS Melemah Tipis

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak variatif setelah data menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) secara tak terduga turun pada Agustus.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan PPI menyusut 0,1 persen pada Agustus, setelah revisi penurunan dari kenaikan 0,7 persen pada Juli. Secara tahunan, PPI meningkat 2,6 persen, lebih rendah dari ekspektasi 3,3 persen.

Menyusul data tersebut, pasar sekarang memperkirakan 90% peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin bulan ini, dan 10 persen peluang pemotongan 50 bps, menurut FedWatch Tool CME Group.


Fokus investor kini beralih ke data inflasi konsumen (CPI) Agustus yang akan dirilis hari ini. 

Ketegangan geopolitik turut membayangi pasar. Israel melancarkan serangan udara ke Qatar untuk menargetkan pimpinan Hamas, sementara Polandia menembak jatuh drone Rusia yang masuk ke wilayah udaranya saat serangan di Ukraina barat. Hal ini membuat investor cemas.

Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, melemah tipis ke 97,74 pada perdagangan Rabu 10 Agustus 2025 waktu setempat.

Terhadap Yen, Dolar AS melemah tipis menjadi 147,31. 

Terhadap Euro, Dolar AS relatif mendatar di posisi 1,1706 Dolar AS.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya