Berita

Menlu Israel, Gideon Saar (Foto: AFP)

Dunia

Israel Ancam Tindakan Sepihak Jika Barat Akui Palestina di PBB

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 09:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Israel memperingatkan bahwa dorongan sejumlah negara Barat untuk mengakui negara Palestina secara resmi di PBB bulan ini bisa memicu respons sepihak dari Tel Aviv.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut langkah yang digagas negara-negara Barat, termasuk Prancis dan Inggris, sebagai sebuah kesalahan besar yang justru akan memperburuk ketegangan.

“Pengakuan semacam itu akan mengguncang stabilitas kawasan dan membuat jalan menuju perdamaian semakin sulit.Hal itu akan mendorong Israel juga mengambil keputusan sepihak," kata Saar dalam konferensi pers bersama Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen, seperti dikutip dari AFP, Senin, 8 September 2025. 


Inggris dan Prancis sebelumnya berkomitmen untuk mengakui negara Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB akhir September. 

Presiden Emmanuel Macron bahkan telah mengumumkan dukungan resmi Paris dan ikut menjadi tuan rumah konferensi bersama Arab Saudi pada Juli lalu untuk mendorong solusi dua negara.

Namun Saar menegaskan bahwa langkah tersebut adalah sebuah kesalahan yang sangat besar, kemudian menyebut negara-negara Barat seharusnya berhati-hati dalam mengambil sikap.

Denmark, melalui Rasmussen, menegaskan pihaknya tidak akan mengikuti jejak tersebut. Karena ada banyak syarat yang harus dipenuhi seperti Hamas yang harus dilucuti dan pengakuan terhadap kedaulatan Israel. 

“Kami tidak akan pernah mengakui negara Palestina yang dikuasai Hamas atau organisasi teroris lainnya,” ujarnya.

Komentar Saar muncul di tengah langkah pemerintah Israel yang baru saja menyetujui proyek pemukiman besar di Tepi Barat, termasuk proyek E1 di sebelah timur Yerusalem. 

Proyek ini berpotensi membelah wilayah Palestina dan, menurut Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, akan mengubur gagasan negara Palestina.

Smotrich, tokoh sayap kanan yang tinggal di sebuah permukiman, bahkan mendesak agar Israel segera menganeksasi sebagian wilayah Tepi Barat.

“Kita harus menyingkirkan ide membagi tanah kecil kita dan mendirikan negara teroris di jantungnya, sekali untuk selamanya,” ujarnya.

Tepi Barat saat ini dihuni sekitar tiga juta warga Palestina dan 500.000 pemukim Israel. 

Sebagian besar komunitas internasional memandang permukiman tersebut ilegal dan menolak klaim kedaulatan Israel atas wilayah yang direbut pada perang 1967, termasuk Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan.

Sementara perang di Gaza terus berkecamuk, Tepi Barat juga diguncang oleh gelombang kekerasan, mulai dari serangan pemukim hingga operasi militer Israel.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya