Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Demo Bikin Pasar Bergejolak, Rupiah Tertekan hingga Rp16.499

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 17:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar Rupiah melemah pada penutupan perdagangan Jumat sore, 29 Agustus 2025 seiring kian memanasnya situasi di dalam negeri.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan Rupiah sore ini selain dipicu oleh aksi unjuk rasa di tanah air, juga karena data ekonomi  Amerika Serikat kian menguat. 

Kurs Rupiah ditutup pada level Rp16.499 per Dolar AS, melemah 147 poin, atau 0,90 persen dibandingkan penutupan kemarin, Kamis sore 28 Agustus 2025 di level Rp16.352 per Dolar AS.


Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan posisi rupiah Rp16.461 per Dolar AS.

Demo buruh yang berakhir ricuh tadi malam kemudian berlanjut hingga sore ini, menjadi penyebab lemahnya Rupiah. 

"Ini membuat Rupiah terus mengalami pelemahan,” ujar Ibrahim. 

Menurutnya, pasar menjadi apatis terhadap kondisi politik dalam negeri. Ketegangan semakin tajam, apalagi dengan isu tunjangan DPR, kasus korupsi pejabat, hingga kekecewaan publik terhadap birokrasi yang sarat nepotisme. 

Gejolak politik di Washington juga ikut menyita perhatian pasar. Gubernur The Fed Lisa Cook menggugat Presiden Donald Trump atas upaya pemecatannya, sementara Gubernur The Fed Christopher Waller memberi sinyal pemangkasan suku bunga mulai September.

Kombinasi gejolak eksternal dan internal tersebut bisa membuat Rupiah sulit keluar dari tren pelemahan jangka pendek. 

"Jika ketidakpastian ini berlanjut, Rupiah berpotensi kembali menguji level Rp16.600 per dolar AS dalam waktu dekat," pungkas Ibrahim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya