Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Antara)

Hukum

Penegakan Hukum Era Prabowo-Gibran Masih Belum Maksimal

RABU, 27 AGUSTUS 2025 | 13:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penegakan hukum di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai pengacara muda, Luhut Parlinggoman Siahaan belum berjalan maksimal.

Ia mengakui ada sejumlah capaian, seperti pengungkapan kasus besar. Namun, menurutnya, masih banyak proses hukum yang mandek, tidak memberi efek jera, dan gagal menyentuh akar persoalan yang bersifat sistemik.

“Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa hanya 41,6 persen publik merasa puas terhadap penegakan hukum selama 100 hari pertama pemerintahan ini, sedangkan mayoritas menilai bahwa hukum berjalan biasa-biasa saja, bahkan ada yang menilai buruk atau sangat buruk,” katanya lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025.


Meski begitu, ada sisi positif yang patut diapresiasi. Luhut menyebut hasil survei Kompas mencatat sekitar 72,1 persen masyarakat puas terhadap pemberantasan korupsi.

Namun, angka kepuasan publik terhadap kesetaraan hukum hanya 67,4 persen dan untuk pemberantasan suap/jual-beli kasus hukum lebih rendah lagi, yakni 57,5 persen.

“Meski apresiasi publik terhadap penegakan hukum meningkat, aspek kesetaraan hukum dan pemberantasan suap/jual-beli kasus hukum masih menjadi pekerjaan rumah besar,” ujarnya.

Luhut juga mengingatkan bahwa para pakar hukum sudah lama mendorong reformasi menyeluruh. 

Ia mengutip pandangan Guru Besar Hukum UI Sulistyowati Irianto dan pakar pidana Universitas Katolik Parahyangan Agustinus Pohan, yang menilai sistem penegakan hukum perlu dibenahi dari akar, mulai dari rekrutmen aparat, peningkatan profesionalisme, hingga penyelesaian pelanggaran hukum oleh aparat terhadap rakyat.

“Lebih dari sekadar apresiasi sementara, yang kita perlukan adalah reformasi menyeluruh agar hukum benar-benar menjadi panglima dan dirasakan keadilannya oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya di atas kertas atau di media,” tegas Luhut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya