Berita

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandika)

Politik

Budiman Sudjatmiko Ibaratkan Prabowo Seperti Pelatih Bola, Ini Alasannya

KAMIS, 14 AGUSTUS 2025 | 13:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengibaratkan Presiden Prabowo Subianto seperti pelatih sepak bola yang tengah mempersiapkan timnya untuk menang melawan kemiskinan.

Budiman mengatakan, selama ini banyak rakyat yang masih menjadi korban ketimpangan dan belum sepenuhnya keluar dari kemiskinan. 

Menurutnya, Prabowo ingin mengubah struktur perekonomian agar kemenangan tersebut bisa diraih, bukan sekadar mengurangi angka kemiskinan.


"Kalau hanya sekadar mengentaskan kemiskinan, bantuan sosial sudah cukup membantu. Tapi tujuan Pak Prabowo saya mengibaratkan ini seperti pelatih bola," kata Budiman dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 14 Agustus 2025.

Ia menggambarkan, pada "leg pertama" di era awal, Indonesia sempat kalah. Maka di "leg kedua", Prabowo memastikan kemenangan bagi pemainnya dengan melatih rakyat dengan baik, cerdas, dan sehat. Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih hingga Sekolah Rakyat.

Namun, Budiman menegaskan, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh asupan gizi, melainkan juga strategi permainan. Ia mencontohkan masalah rantai pasok yang kerap tersendat karena "intercept" tengkulak, para pencari rente, hingga dampak perang tarif global.

“Agar kita bisa masuk final ada strategi yang diubah, ibaratnya pemain bola, aliran bola dari kaki ke kakinya (sebelumnya) enggak lancar, sering keintercept tengkulak, kejegel oleh lawan, misalnya dengan ada perang tarif, salah satunya begitu,” jelasnya.

"Pak Prabowo ingin memastikan aliran bola dari kaki ke kaki, dari belakang sampai ke depan, lancar. Itulah fungsi koperasi Merah Putih dan koperasi kelurahan," tambahnya.

Budiman menyebut sudah ada sekitar 80 ribu koperasi desa yang dibentuk, yang diibaratkan sebagai pemain baru di lapangan ekonomi nasional. 

Koperasi ini diharapkan mampu menjaga distribusi barang dan keuntungan agar sampai ke petani dan pelaku produksi.

"Tujuannya adalah transformasi rantai pasok nasional agar nilai tambah tidak hilang di tengah jalan. Aliran barang lancar, aliran keuntungan juga lancar sampai ke produsen. Itu yang sedang dibangun Pak Prabowo," pungkasnya.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya