Berita

Polisi London menangkap demonstran yang menolak pelarangan Palestine Action/Net

Global

Inggris Tangkap 466 Demonstran Pendukung Palestine Action

MINGGU, 10 AGUSTUS 2025 | 16:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Polisi Metropolitan London menangkap lebih dari 466 orang dalam aksi protes menentang larangan terhadap kelompok Palestine Action di Parliament Square.

Menurut kelompok Defend Our Juries, penangkapan ini menjadi penangkapan massal terbesar dalam satu aksi di ibu kota Inggris.

Ratusan pengunjuk rasa pada Minggu, 10 Agustus 2025, mengangkat papan bertuliskan “I oppose genocide. I support Palestine Action” sambil menyerukan penghentian perang Israel di Gaza. 


Video yang beredar memperlihatkan massa duduk di jalan, meneriakkan “Hands off Gaza!”, sementara polisi mengangkut mereka satu per satu, disambut teriakan “shame on you”.

Dalam pernyataannya di platform X, Polisi Metropolitan menyebut bahwa ratusan orang ditangkap karena menunjukkan dukungan terhadap Palestine Action, sebuah organisasi yang sejak 2 Juli lalu resmi dilarang di bawah Terrorism Act 2000. 

Delapan orang lainnya ditangkap atas pelanggaran lain, termasuk lima kasus penyerangan terhadap petugas.

Larangan tersebut diajukan Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper setelah anggota Palestine Action membobol pangkalan udara RAF Brize Norton dan merusak dua pesawat militer. Dukungan atau keanggotaan terhadap kelompok ini kini dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.

Namun, kebijakan ini menuai kritik luas. Amnesty International UK mengecam penangkapan damai tersebut sebagai pelanggaran terhadap kewajiban internasional Inggris untuk melindungi kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai.

Paddy Friend, salah satu peserta aksi, mempertanyakan makna demokrasi di Inggris.

“Jika kami tak bisa datang dengan tujuh kata di papan dan duduk diam, lalu apa arti kebebasan berbicara?” ujarnya, seperti dimuat Al Jazeera.

Manji Mansfield, seorang nenek yang sebelumnya juga pernah ditangkap saat aksi serupa, menegaskan ia tidak akan berhenti.

“Ini bukan Inggris yang saya kenal saat tumbuh besar. Kita hidup di alam semesta alternatif, dan saya tidak akan menerimanya,” tegasnya.

Politisi Partai Buruh John McDonnell ikut mengecam.

“Memalukan bahwa orang-orang ditangkap hanya karena membela hak demokratis kita,” tulisnya di X.

Para akademisi internasional pun menyuarakan dukungan. Lebih dari 350 penandatangan surat terbuka, termasuk sejarawan Israel Ilan Pappe dan profesor Eyal Weizman, menilai pelarangan ini memiliki konsekuensi represif yang berbahaya bagi kebebasan akademik dan ruang publik.

Meski demikian, Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper tetap membela kebijakannya.

"Hak untuk berdemonstrasi kami lindungi dengan tegas, tapi ini berbeda dari menunjukkan dukungan pada organisasi yang sempit dan terlarang ini,” kata Cooper, mengklaim Palestine Actin tidak bersifat non-kekerasan dan mendapat penilaian keamanan tinggi sebagai ancaman.

Di tengah polemik ini, Pengadilan Tinggi London mengizinkan pendiri Palestine Action, Huda Ammori, untuk mengajukan judicial review terhadap larangan tersebut. Sidang penuh dijadwalkan berlangsung pada akhir 2025.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya