Berita

Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira/RMOL

Politik

DPR Desak Penyidik Militer Usut Tuntas Kematian Prada Lucky

MINGGU, 10 AGUSTUS 2025 | 00:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi XIII DPR mengecam keras insiden kematian Prada Lucky Namo yang diduga tewas akibat dianiaya seniornya sesama prajurit TNI di Asrama Teritorial Pembangunan 834 Wakanga, Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kejahatan kemanusiaan tersebut. 

“Tidak ada alasan untuk mengampuni pelaku-pelaku tindakan kejahatan kemanusiaan tersebut. Pihak penyidik militer harus mengungkap kasus ini seterbuka-terbuka mungkin,” tegas Andreas dalam keterangan resminya, Sabtu, 9 Agustus 2025. 


Ketua DPP PDIP ini berharap Peradilan Militer yang akan mengadili pelaku bisa memberikan hukuman yang seberat-beratnya. Hal itu diperlukan untuk memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga korban. 

Lebih jauh, Andreas menilai hukuman berat tersebut juga turut melindungi para prajurit berpangkat rendah dari bahaya ancaman penyiksaan oleh pangkat yang lebih tinggi di atasnya. 

Lebih jauh, Andreas yang juga Legislator asal NTT itu pun terngiang pernyataan ibu Prada Lucky, "saya rela kalau anak saya mati di medan tempur. Tapi kalau mati karena penyiksaan oleh sesama prajurit adalah kematian sia-sia”. 

“Ungkapan yang penuh makna penyerahan sang putra terkasih kepada negara ini tentu harus menjadi pertimbangan dari oditur dan hakim peradilan militer dalam melakukan proses peradilan kematian prada Lucky,” pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya